Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Soal Daftar Penerima JHT, Bupati 'Warning' Sangadi

Bupati Boltim Sehan Landjar saat penutupan Jumbara ke-9.

Boltim, detiKawanua.com - Peran perempuan dalam pembangunan khususnya di kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kita harus bangkitkan melalui pergerakan perempuan, seperti pada kegiatan Jumbara.

Demikian dikatakan Bupati Boltim, Sehan Salim Landjar SH, saat penutupan Jumpa bakti gembira (Jumbara).

Lebih lanjut dikatakannya, di kabupaten Boltim peran perempuan sangat penting untuk pembagunan.

"Kita harus bangkit melalui gerakan perempuan dalam mendukung pembangunan, yang salah satunya melalui Jumbara seperti ini. Sebab, ini ajang kualitas perempuan," ujar Bupati.

Lanjut dikatakan Bupati, Saya berharap jangan jadikan hanya sebagai seremoni seperti ini. Saya minta kepada Sekda, untuk anggaran ADD pada juknisnya dimasukan, untuk memberikan ruang kepada Tim PKK desa. Dan bagaimana kita mengawal serta memandu lebih mksimal untuk usaha meningkatan pendapatam keluarga.

"Apabila Kepala desa (Sangadi-red) membentuk Bumdes, maka harusnya dikelola oleh perempuan atas kerjasama tim penggerak PKK desa masing-masing," kata Bupati.

Bupati menambahkan, di tahun depan kepada warga tidak mampu (miskin-red) yang menggunakan BPJS dan ditanggung oleh pemerintah, maka Saya siapkan anggaranya setiap semester.

"Tak hanya itu, juga Saya akan siapkan sekitar Rp 5 miliar untuk 1000 mahasiswa khusus Boltim, dan PKK, serta bantuan jaminan hari tua untuk para ibu-ibu usia 65 tahun keatas dan laki usia 70 tahun ke atas," jelas Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan imbauan tegas kepada aparat desa, dalam hal ini kepala desa, agar sebenar-benarnya memberikan bantuan kepada lanjut usia, atau kepada penerima yang pantas serta berhak mendapatkan bantuan tersebut. 

"Saya warning kepala-kepala desa (Sangadi-red) terkait dengan bantuan kepada orang tua atau Jaminan Hari Tua (JHT), jangan sampai salah catat nama dan umur. Harus dalam ketentuan juknis," tegas Bupati.

"Sangadi harus perbaiki terkait daftar JHT. Lebih selektif dan verifikasi nama, Saya minta sangadi harus perbaiki. Sebab, terdapat usia yang belum layak dimasukan dalam daftar penerima JHT, sedangakan nama yang harusnya sudah masuk daftar tidak dimasukan. Saya hafal nama serta keberadaan warga Boltim," jelas Bupati.

Dari 2500 nama, kata Bupati, ada 300-an nama yang tidak layak. Kecuali cacat permanen, walaupun usianya belum genap dalam juknis, bisa dimasukan dalam daftat penerima JHT.

"Saya minta, usahakan pekan depan, nama-nama yang berhak menerima sudah diverifikasi. Sekali lagi minggu depan, Saya terima nama yang sudah diverifikasi" tandas Landjar. 

(Fidh)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Senin, 21 Oktober 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional