Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Lakukan Pemantauan Kualitas Air, DLH Boltim Imbau Warga Jangan Buang Sampah di Sungai

Reza Ani.

Boltim, detiKawanua.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) belum lama ini melakukan pemantaun sumur umum atau sumur warga terkait dengan kualitas mutu air. Pemantauan tersebut dilakukan di beberapa lokasi.

Kepala DLH Boltim melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran Pengolahan Persampahan dan Limbah B3 Bahan Beracun Berbahaya Pengendalian Pencemararan dan Konservasi Lingkungan, Reza Ani S.Si, bahwa pihaknya pada pekan kemarin, mengambil sampel air guna pemantauan kualitas airnya, di sejumlah sumur umum yang digunakan untuk MCK serta sumur warga.

Lanjutnya, DLH Boltim bekerja sama dengan laboratorium WLN Indonesia guna melakukan uji laboratorium sampel air sumur di 4 lokasi berbeda di Desa Bulawan, Kecamatan Kotabunan.

"Iya, kita akan lihat berdasarkan hasil uji labnya  nanti. Apakah memenuhi syarat atau tidak kualitas airya untuk dipergunakan. Boltim kita tunggu hasil mutu air," ujar Reza.

‌Untuk kualitas air, kita akan periksa secara rutin setiap tahun. Itu kita upayakan denga titik serta lokasi berbeda tergantung kondisi aktual dilapangan.

"Tak hanya air, kami rencanaakan di akhir tahun ini (APBD-P) pemantau kualitas udara, namun ketika estimasi biayanya dinilai sangat besar jadi kita tunda," ujarnya.

Tampak gundukan sampah di sungai Tombolikat. 

Biaya pemantaun udara tergolong mahal, sebab dalam 1 titik lokasi pemantauan itu anggaranya capai hingga Rp 7 juta. Namun begitu, RKA-nya ita sudah masukan dalam anggaran APBD 2020 mendatang. Jika tak ada aral melintag, kita fokuskan pemantauan udara di pemukiman padat warga, dan di pusat kota untuk tahun depan. 

"Semua tergantung adanya anggaran. Direncanakan kita bekerja sama dengan laboratorium WLN. Sejauh ini, belum ada indikasi terkait pencemaran udara," terang Reza kepada detiKawanua.com saat disambangi di ruang kerjanya.

Kita mengimbau kepada warga, untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sungai.

"Jangan buang sampah di sungai sembarangan. Alangkah baiknya ditimbun dalam tanah atau sampahnya dibakar sebelum ada TPA," kata Reza sembari mengimbau, Senin (21/10) siang tadi.

Diketahui, ada 11 titik sungai serta danau sudah dilakukan pemantau pengambilan sampel oleh DLH Boltim beberpa waktu lalu, di antaranya, PDAM Kotabuan, air baku Kotabunan. danau Bunong, danau Tondok, danau Moaat, sungai Modayag, sungai Motongkad, sungai Nuangan, sungai Buyat, sungai Paret dan sungai Molobog.

(Fidh)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Senin, 21 Oktober 2019 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional