Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Hukuman For Penikam Guru SMK 'Membabi Buta' Di Bui 20 Tahun


Manado, detiKawanua.com - Dugaan kasus pembunuhan seorang guru di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kecamatan Mapanget Kota Manado pada Senin baru-baru ini, dengan korban Alm. Alexander Pangkey (54) yang diduga dihabisi secara sadis 9 tikaman disejumlah tubuh korban oleh pelaku/tersangka Frank alias FL yang juga merupakan siswa atau anak didik di SMK korban, ternyata hanya diancam dengan hukuman penjara yang diperkirakan selama 20 tahun.

"Saat ini FL sudah ditetapkan sebagai tersangka dan untuk penanganannya, polisi berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Balai Pemasyarakatan (Bappas), dan penasehat hukum dari tersangka," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulut Kombes Ibrahim Tompo, Selasa (22/10/2019). 

"Pelaku bisa terjerat pasal pembunuhan. Bisa saja pasal 338, 350, 351 ayat 2. Namun, itu tergantung penyidik nantinya. Hukuman penjara 15 sampai 20 tahun," terangnya.

Disamping itu Tompo juga menuturkan, kasus tersebut kini sudah dilimpahkan ke Polres Manado dari Polsek Mapanget.

"Saat ini tersangka ditahan di Polres Manado," ujarnya.

Adapun terinformasi dan diberitakan sebelumnya, peristiwa penikaman/pembunuhan sadis tersebut terjadi pada Senin sekitar pukul 09.30 Wita. Dimana korban Alexander merupakan guru agama Kristen di sekolah tersebut.

Kronologi pembunuhan, pada awalnya sang korban hanya menegur beberapa siswanya berisial C, FL dan OU, yang sedang merokok disalah satu bangunan di lingkungan SMK tersebut. Kemudian oleh salah seorang guru berinisial AD menyuruh pelaku FL untuk pulang. Namun setelah pelaku FL pulang ke rumahnya, seorang siswa berinisial OU memprotes secara keras teguran dari korban, sehingga pada saat itu terjadi adu mulut antara korban dan OU.

Disaat bersamaan itu pula pelaku FL kembali datang ke TKP penikaman yang sudah membawa sebilah pisau dan langsung membabi-buta langsung menghujani tikaman ke tubuh korban yang saat itu korban berada diatas sepeda motor miliknya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami beberapa luka tikaman di bagian tubuhnya dan mengalami pendarahan yang oleh sejumlah orang yang tepat berada di TKP saat  itu langsung melarikan korban ke RS AURI dan selanjutnya dirujuk ke RSUP Prof Kandou. Namun, tak berselang lama korban akhirnya meninggal dunia.

(mail70/kps/jm)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Rabu, 23 Oktober 2019 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional