Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Selama 24 Tahun, Tak Tersentu Bantuan Pemerintah

Tahuna, detikawanua.com - Daya saing membuat para pengayam atap daun rumbia tradisonal mengalami penyusutan penjualan seiring dengan berjalannya waktu, yang kian hari makin sedikit, baik pengayam maupun penjual.

Pasalnya, ada beberapa faktor yaitu, kedaan cuaca kurang memungkinkan, bahan pengolahan, kurangnya peminat dikarenakan daya saing.

Sarjono Papunas adalah salah satu pengrajin sekaligus penjual Di Tabukan Utara Kampung Kalurae, ketika ditanya mengenai penjualan atap rumbia mengatakan, untuk saat ini permintaan konsumen meningkat dikarenakan ada agenda tahunan Festival Pesona Sangihe dimana semua stand harus mengunakan atap daun rumbia, namun setelah selesainya kegiatan ini, maka kembali seperti semua karena faktor daya saing.

Dirinya juga sudah puluhan tahun mengerjakan kerajinan anyaman atap rumbia ini, mulai harga penjualan 250 Rupiah.

"Adapun bahan yang dibutukan adalah Bambu Patung, Pengikat anyaman (Ginto) dan Daun rumbia, jika bahan - bahan ini lengkap baru dikerjakan dan walaupun ada bahan kalau kondisi cuaca tidak memungkinkan tidak bisa juga,”ungkap Papunas

Dikatakannya lagi, untuk mengerjakan 100 lebar atap bisa dicapai selama dua hari dan dijual Rp. 12000 / daun untuk sekarng ini. Itupun kalau pengarajin yang lihai mengayam.
Papunas juga berharap kepada pemerintah daerah agar memperhatikan pengrajin anyaman tradisonal agar tidak punah, sebab pekerjaan ini merupakan warisan nenek moyang. (js)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Minggu, 15 September 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional