Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Selain Cuaca, Nelayan Harap Ada Bantuan Pemerintah Tahun Ini

Sejumlah perahu nelayan di pesisir Pantai Tutuyan.

Boltim, detiKawanua.com - Warga di desa Baret Tutuyan kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), yang berprofesi sebagai nelayan tidak melaut disebabkan cuaca yang tidak memungkinkan.

Dikatakan salah satu nelayan Ahmad Hasan, akibat cuaca buruk ini penghasilan menurun "penghasilan kita menurun dikarenakan cuaca angin kencang makanya kita tak melaut untuk mencari ikan. Biasanya sekali melaut ya kita dapat hingga Rp 2 ratusan ribu, nah sekarang kita dapat pas - pasanlah" terangnya

Lanjut dituturkannya, profesi telah digelutinya sejak lama menjadi nelayan "Saya telah menjadi nelayan sejak puluhan tahun silam. Saya mengharapakan bantuan dari pihak Pemerintah. Karena bantuan yang dijanjikan tak kunjung datang "Saya  harap ada bantuan berupa mesin tempel, jaring pukat ikan serta perlengkapan nelayan lainnya dari pemerintah daerah, guna untuk memenuhi kebutuhan dan menopang hidup, kami sehari-hari sebagai nelayan" keluh, Ahmad 

Dirinya juga menjelaskan, bahwa belum pernah adanya bantuan dari pihak pemerintah di tahun 2019 ini melalui instansi terkait "Saya mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah lewat dinas terkait dari tahun 2018 lalu, berupa mesin ketinting yang masih saya rawat sampai hari ini" bebernya

Senada dikatakan, Wirda Mokodompit yang sejak tahun 1992 menjadi pengepul dan penjual ikan, mengaku tidak pernah memperoleh bantuan dari pihak manapun "sejak tahun 90 Saya mulai menjadi pengepul ikan untuk memenuhi kebutuhan kami sehari-hari, tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah. Saya sangat-sangat berharap kepada pemerintah daerah untuk memberikan bantuan berupa cool box dan tong menampung ikan saya serta mesin pendingin frezeer menjaga agar ikan tampung tidak cepat rusak. Penghasilan saya juga ikut menurun, karena cuaca buruk ini. Nelayan tidak melaut, Saya juga tidak mendapatkan ikan untuk ditampungan. Jadi, tidak ada penghasilan. juga semata hanya ini mata pencaharian Saya. Tak ada kebun, makanya Saya hanya berharap supaya angin dan ombak ini cepat meredah" pintanya, berharap

Sementara, Kepala Dinas Kelautan Perikanan Boltim, Erna Mokodongan mengatakan, bantuan kepada masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan di kabupaten Boltim sedang dalam proses penyaluran.
  
Bantun tersebut, kata Dia, berupa 6 unit kapal dan perahu biasa,10 unit mesin tempel, 34 unit Fishfinde (alat pendeteksi ikan), 30 ribu bibit ikan nila dan 130 bibit ikan hias dengan total anggaran sekitar Rp 1.5 milliar bersumber, dari DAK dan DAU. Saat ini, sedang dalam proses penyaluran ke wilayah - wilayah kecamatan Se-kabupaten Boltim.

Sejauh ini, sudah ada 29 Unit fish finder, 20 Ribu bibit ikan nila serta 130 bibit ikan hias yang telah disalurkan kepada beberapa kelompok nelayan "bantuan kami ditahun 2019 ini, sedang dalam proses penyaluran, fish finder/ Alat pendeteksi ikan, sekarang jumlahnya tinggal 9 dari 34 Unit sebelumnya. Sudah ada 20 Ribu ekor bibit ikan nila dan 130 ekor bibit ikan hias yang kami realisasikan ke beberapa kelompok nelayan, dan bukan untuk perorang di Boltim" papar, Erna kepada sejumlah awak media (4/09) siang tadi.

(Fidh)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Rabu, 04 September 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional