Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Lahan Pembagunan RSUD Rujukan Liungkendage Serobot Tana Warga

Tahuna, detikawanua.com - Puluhan miliyar proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liunkendage Tahuna ternyata menyimpan permasalahan lahan yang belum tuntas. Kegiatan proyek yang sejak dimulai tahap pertama tahun 2018 berbandrol kurang lebih Rp 17 miliyar berlanjut tahap dua tahunm 2019 dengan pagu anggaran Rp 33 miliyar, kini mendapat komplein warga pemilik lahan, Mando Makanoneng, warga Kelurahan Apeng Sembeka Tahuna.

Makanoneng mengaku ia dan keluarganya sangat kecewa dengan penanganan Pemkab Sangihe yang terkesan melakukan pembiaran dengan seolah-olah tak mau tahu kalau bangunan RSUD yang saat ini sedang dibangun masih menyimpan permasalahan lahan, padahal sebelumnya Pemkab Sangihe telah berjani akan melakukan tukar guling dengan menggantikan 3 kapling lahan terhadap lahan keluarga yang telah terpakai dilokasi RSUD Rujukan.

Terkait lahan dimaksud, Makanoneng juga mengaku telah bertemu dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Edwin Roring SE,ME guna  tindak lanjut dari penangnan lahan, hanya saja sampai saat ini belum ada tindakan nyata dari pemerintah setempat.

”Padahal masalah ini sudah kami laporkan ke pak Sekda beberapa waktu lalu, namun tidak lanjutnya belum ada, sementara pembangunan tahap pertama RSUD Rujukan sudah selesai dan saat ini telah berlanjut ke pembangunan tahan dua,” ungkap Makanoeng.

Ditegaskan Makanoneng, sebelumnya ia sempat memasang patok dan papan pengumuman sebagai pemilik lahan dilokasi lahan RSUD Rujukan, namun tiba-tiba papan pengumuman itu dicabut ketika proyek mulai berjalan.

”Terus terang saya sempat emosi ketika mengetahui papan pengumuman yang saya pasang ada yang mencabut, tapi saya tidak mau bertindak lebih karena takut bermasalah hukum, namun dalam waktu dekat saya kembali akan memasangnya dan melaporkan kepihak berwajib jika ada pihak yang mencabutnya,”tegasnya sambil berharap Pemkab Sangihe segera memfasilitasi permasalahan lahan keluarganya tersebut.

Sementara itu Sekda Roring tak menepis adanya permasalahan lahan tersebut ketika dikonfirmasi wartawan. Ia bahkan mengakui telah didatangi Makanoneng yang hendak mempertanyakan tentang tindak lanjut tukar guling lahan dimaksud.

”Memang benar ada permasalahan lahan di RSUD Rujukan dan pemkab setempat telah menyikapinya, namun untuk saat ini tentu ada proses, termasuk kami masih mengumpulkan saksi-saksi dan data lainnya guna penyelesaiannya,”ujar Roring. (js)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Kamis, 26 September 2019 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional