Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Hal Ini Yang Disampaikan Wagub Kandouw Sebagai Pemateri di Semiloka Ketua BPMW/J di Tomohon


Tomohon, detiKawanua.com - Hadir dan memberikan materi tentang "Pandangan Jemaat Tentang Pendeta dan Ketua Jemaat", pada kegiatan semiloka Ketua (Badan Pekerja Majelis Wilayah/Jemaat (BPMW/J) GMIM yang digelar di Pusat Pembinaan Warga Gereja, (PPWG) Kaaten, Kota Tomohon pada Rabu (18/9) siang tadi. Oleh Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw mengatakan bahwa kegiatan tersebut dinilainya gampang-gampang susah yang disebabkan pandangan awam terhadap pendeta sekarang.

"Padahal saya dalam beberapa kesempatan saling bertukar pikiran. Justru yang perlu dikritisi dan musti diperbaiki menurut hemat saya sekarang bukan cuma sikap pendetanya tapi dari suasana hati saya lebih holistik dan tidak hanya top down dari pendeta ke jamaatnya tapi jemaat ke pendetanya juga perlu," terang Kandouw.

Dari pandangannya dan sebagai awam, hubungan antara pendeta dan jemaat disatu sisi legaliter disisi lainnya soal etika sopan santun

"Saling hormat menghormati tapi sekarang ini saya temui banyak para Pelsus tak menghormati para pendeta. Untuk itu saya berharap kepada warga GMIM dan para pelsus untuk saling hormat menghormati terhadap pendeta," ajak orang nomor dua Sulut itu yang juga merupakan mantan Ketua DPRD Sulut.

Wagub pun berpesan, agar kiranya para palayan untuk mengikuti perkembangan jaman, paham dengan issu, agar mengetahui bagaimana kehidupan di masyarakat, serta menghindari hal yang bisa memecah belah. Tetap melayani dengan penuh kasih.

Adapun kegiatan semiloka tersebut dihadiri oleh Ketua Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah se-GMIM, Wakil Gubernur Steven Kandouw yang juga Majelis Pertimbangan Sinode (MPS), Sekretaris  BPMS Pdt Evert Tangel, Wakil BPMS Pdt Dan Sompe dan Kepala Dinas PWT Kaaten Tomohon Pdt Tonny Kaunang.

(1s70/*)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Rabu, 18 September 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional