Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Berikut Himbauan dan Upaya Distanak Sulut Hadapi Musim Kering Di Sulut


Manado, detiKawanua.com - Langkah bijak yang diambil Dinas Pertanian Peternakan (Distanak) Daerah Sulut dalam menghadapi musim kemarau dengan kekeringan lahan yang sudah hampir tiga bulan berjalan ini, dengan menyarankan dua hal kepada masyarakat khususnya para petani yakni, dengan menunda tanam dan percepat olah lahan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Distanak Daerah Sulut, Novly Wowiling kepada wartawan pada Senin (09/09) pagi tadi.

Dijelaskannya soal penundaan tanam dimaksudkan dikarenakan bertanam dimusim kemarau ini, tidak efektif. Namun, untuk pengelolaan (menggarap) lahan cepat itu merupakan kesempatan dimusim kemarau ini.

"Tapi yang digarap cepat lahannya itu adalah lahan yang tidak baik airnya, kalau dia baik lokasi airnya itu di dorong terus penanamannya," terang Wowiling.

Disisi lain diingatkannya pula bahwa dalam proses pengelolaan garap lahan, jangan dalam bentuk pembakaran karena berdampak tidak baik dan berbahaya.

"Karena musim kekeringan, kalau membakar itu menjaga dari kebakaran meluas, juga menimbulkan humus yang bisa berdampak pengrusakan kualitas lahan," jelasnya sembari mengatakan contoh kekeringan yang juga dirasakan diseluruh provinsi di Indonesia ini, khususnya di Sulut terdapat di 5 Kecamatan di Bolaang Mongondow (Bolmong) seperti, Kecamatan Poigar, Lolak, Santombolang, Bolaang Timur dan 

"Kami sudah turun langsung mengecek lapangan dan memang terasakan. Kalau upaya-upaya kami sebagai pemerintah telah menyediakan dan menyalurkan bantuan berupa pompa air, irigasi, penampungan air, terus digalakkan. Semoga dengan adanya tanda-tanda hujan disejumlah kabupaten kota, yang diprediksikan pada bulan Oktober nanti akan membawa hasil baik dalam pengelolaan lahan yang sebelumnya telah digarap," tandas kadis yang mendapatkan predikat rangking 3 nasional terbaik PIM II di Makassar itu.

(1s70)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Senin, 09 September 2019

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional