Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Antisipasi Musim Kemarau, Embung Pertanian Disiapkan Untuk Petani

Tampak salah satu embung pertanian di Desa Tombolikat yang airnya surut.

Boltim, detiKawanua.com - Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), beberapa tahun kemarin, hingga di tahun 2018 lalu membangun puluhan tempat penampung air (embung) pertanian guna mengantisipasi anomali (cuaca ekstrim) atau musim kemarau untuk membantu petani.

Kepala Dispertanak Boltim melalui Kepala Seksi Pupuk Pestisida dan Mesin serta PPTK DAK, Zulkifly Lahay mengatakan, embung pertanian di Boltim itu ada puluhan. Pada tahap pertama pembangunannya, pertama dibangun tahun 2016 ada 3 embung.

"Di antaranya, terdapat di Kecamatan Tutuyan di Desa Tombolikat, Kecamatan Modayag  di Desa Liberia, Lecamatan Modayag Barat di dlDesa Bangunan Wuwuk," terangnya.

Di tahun 2017, kata Dia, kembali dibangun embung di desa Molobog, Moyongkota, Nuangan Satu, serta Desa Candiredjo.

"Sedangkan tahun 2018, terdapat di Desa Matabulu Timur di Kecamatan Nuangan, Desa Liberia Timur, Desa Bongkudai, Desa Bangunan Wuwuk Timur, dan desa Bongkudai Barat di Kecamatan Modayag. Untuk anggaran 1 bangunan embung senilai Rp 350 juta pada 2016. berbeda dengan pembangunan embung 2017 - 2018, itu dananya hanya Rp 120 juta. Sebab, sudah tidak ada lagi pembangunan tersier, hanya embung pertanian saja. Anggarannya semua bersumber dari Anggaran Alokasi Khusus (DAK). Ukuran kapasitas penampung air (embung), yakni 500 meter kubik. Dengan ukuran luas 25 x 10 meter, dan tinggi 2 meter," jelas Zulkifly saat dismbangi di ruang kerjanya.

Namun bagitu, ada sejumlah embung debit airnya surut, disebabkan pengaturan debit air tidak teratur sehingga saat ini tidak bisa digunakan.

"Iya, gunanya antisipasi anomali untuk petani pada cuaca ekstrim atau musim kemarau. Saat ini, Kita tunggu pengaturan pintu air tersier dari Dinas PUPR melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA). Sebab, memang kita menyambungkan pipa air ke embung itu dari Daerah Irigasi (DI) Tombolikat - Sita. Dalam waktu dekat ini, kita akan upayakan koordinasi dengan bidang SDA supaya embung bisa berfungsi guna dipakai para petani. Salah satunya embung di Desa Tombolikat airnya surut. Namun, untuk embung dari sejumlah desa lainnya masih berfungsi hingga sekarang," kata Dia, Senin (09/09) siang tadi.

(Fidh)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Senin, 09 September 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional