Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Advertise with Anonymous Ads

Terungkap! Makam Habib Tua di Manado

Makam Al-Habib Ahmad Bin Alwi Bin Yahya Bin Zen Al-Idrus, sesudah dipugar.

Manado, detiKawanua.com - Majelis  Muhyin Nufuus Cabang Manado, memugar situs sejarah makam tua yang berada di Kompleks Pekuburan Kampung Islam, Kecamatan Tuminting, Kota Manado.

Makam keramat tersebut bernama Al-Habib Ahmad Bin Alwi Bin Yahya Bin Zen Al-Idrus, yang wafat pada tanggal 19 April 1868 M.
Beliau merupakan salah satu tokoh yang membawa Islam di Kota Manado serta salah satu perintis keberadaan Kampung Islam di Kecamatan Tuminting, Kota Manado.
Pemugaran makam keramat tersebut sebagai ungkapan syukur dan terima kasih umat Islam kepada shohibul makam yang telah berjasa dalam mensyi’arkan Islam di Kota Manado.
Ditemukannya makam ini berdasarkan perintah Pembina Majelis Muhyin Nufuus Pusat, Ir. Habib Muhamad Effendi Al Eydrus SH, MM, yang kerab disapa Habib Muh Jogja.
Pencarianpun mulai dilakukan sejak 2014 lalu. Dalam melakukan pencarian, jamaah majelis MN sudah mengunjungi sejumlah makam. Namun belum membuahkan hasil. Hal ini membuat sebagian jamaah putus asa. Bahkan ada yang sempat bertanya-tanya apakah benar makam tersebut benar-benar ada.
Pembina majelis kemudian memerintahkan agar jamaah tetap melakukan ziarah seperti di makam Imam Bonjol, makam Kiai Mojo serta makam Habib Abdullah bin Umar Assagaf di Tondano. Makam itu nanti ditemukam awal tahun ini, di kompleks pemakaman kampung Islam.
Ditemukannya makam ini menjawab pernyataan selama ini bahwa makam keramat tersebut ternyata benar-benar ada.
Pembina Majelis Muhyin Nufuus, Habib Muh kemudian memerintahkan pengurus majelis melakukan pemugaran makam. Tapi sebelum itu Habib Muh menyuruh untuk menelusuri sekiranya ada ahli waris dan koordinasi dengan pengurus yayasan dan BTM Masjid Awwal Fathul Mubien.
Setelah berkoordinasi dan diizinkan, tim kerja yang ditunjuk oleh pengurus majelis yang diketahui pembina, kemudian melakukan pemugaran dengan didampingi juru kunci pekuburan, Salim Duu dan John.
Dalam pemugaran makam tua ini, pembina majelis berkoordinasi dengan pengurus Maktab Daimi Rabithah Alawiyah Pusat.
Makam Al-Habib Ahmad Bin Alwi Bin Yahya Bin Zen Al-Idrus, sebelum dipugar.
Sebelum dipugar, pengurus Majelis Muhyin Nufuus juga sempat bertemu dengan sesepuh Kampung Islam, Prof Hasan Yan.
Bahkan Prof Hasan mendukung pemugaran makam tersebut. “Saya bersyukur ada yang mau memugar makam itu. Terlebih itu merupakan makam ulama,” jelasnya.
Prof Hasan juga mengatakan kalau memuliakan ulama merupakan salah satu jalan masuk syurga. “Nantinya di akherat nanti akan ditanya, apakah kau cinta ulama? Kalau jawabannya tidak maka akan ditanya lagi apakah cinta dengan orang yang cinta ulama? Kalau jawabannya iya maka kita masuk syurga. Cinta orang yang cinta ulama saja masuk syurga apalagi cinta langsung dengan ulamanya,” ujar Prof Hasan.
Smentara itu, Ketua Majelis Muhyin Nufuus Cabang Manado, Junaidi Maskromo, menjelaskan, keberadaan makam keramat ini sudah menjawab seluruh pencarian yang sudah dilakukan majelis.
“Selama enam tahun, kami melakukan pencarian makam keramat Habib Tua ini. Alhamdulillah, makam yang selama ini kami cari telah ditemukan,” ujar Juned sapaan akrabnya sembari menambahkan, pencarian makam tua tersebut dipimpin langsung oleh Pengasuh dan Pembina Majelis Muhyin Nufuus Pusat, Ir. Habib Muhamad Effendi Al-Eydrus SH MM.
Juned menambahkan, sebelum dilakukan pemugaran, kami telah melakukan pencarian Makam Habib Tua tersebut sejak 2014 lalu.
“Kami telah melakukan eksplorasi dan croscek ke pihak-pihak terkait, baik itu data arkeologis, wawancara dengan beberapa tokoh sesepuh kampung Islam, termasuk bapak Prof Hasan Yan. Dan di tahun 2019, Makam keramat telah ditemukan, atas arahan pengasuh majelis pusat, Ir. Habib Muhamad Effendi Al-Eydrus SH MM. (*)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Jumat, 16 Agustus 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional