Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Advertise with Anonymous Ads

Soal BPJS Dinonaktifkan, Ini Penjelasan Kepala Dinsos Boltim

Kepala Dinsos Boltim, Rudi S. Malah. 

Boltim, detiKawanua.com - Sebanyak Dua Ribu Tujuh Ratus Lima Puluh Lima peserta BPJS di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), telah dinonaktifkan. Pasalnya, tidak terdaftar pada basis data terpadu Kementrian Sosial Republik Indonesia. Sementara itu, kurang lebih ada 1.492 peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibiayai dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di Kabupaten Boltim juga dinonaktifkan.

Dikatakan Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Rudi S Malah, karena adanya data pemuktakhiran yang dilakukan Dinsos Boltim pada bulan Januari tahun 2019, sehingga dari total 2.755, hanya 1.492 dinonaktifkan oleh pusat.

"Dari total 2.755, sisanya 1.263 yang bisa diselamatkan melalui back-up data. Nah, rencananya 1.492 peserta BPJS dinonaktifkan, bakal dialihkan ke BPJS yang ditanggung oleh pemerintah daerah," ungkap Rudi kepada sejumlah awak media.

Kata Dia, kami akan alihkan pemegang BPJS yang dihapus oleh pemerintah pusat, ke APBD Boltim.

"Langkah untuk mengalihkan peserta BPJS ditanggung pemerintah daerah, menjadi jalan keluar pertama. Selain itu, memang proses peralihan memakan waktu lama, jika ada masyarakat mengalami sakit, maka disarankan untuk mengurus BPJS Mandiri baru,"  terang Rudi, Selasa (06/08) kemarin.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Fakir Miskin Dinsos Boltim Nikma Mokoagow mengungkapkan, KIS yang dibiayai pemerintah pusat melalui APBN berjumlah 27.353 peserta. Sedangkan di daerah APBD 22.288 peserta.

"Kuota dari pemerintah pusat 27.353 untuk peserta KIS sudah terisi, sebagian data sudah direvisi karena waktu lalu ada beberapa data peserta BPJS tidak valid. Untuk itu, kami berinisiatif, untuk mendata kembali peserta BPJS KIS dan menginput kembali semua peserta. Takutnya data tidak valid seperti ini, sedangkan untuk Boltim hanya 1.492 peserta, berbeda dengan daerah lain di kabupaten/kota yang lebih besar jumlah" papar Nikma.

(Fidh)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Rabu, 07 Agustus 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional