Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Pengaru Miras, Dua Pemuda Kolongan Mitung Rusak Pastori Gereja

Tahuna, detikawanua.com - Dua pemuda Kolongan Mitung merusak rumah dinas pendeta atau Pastori Gereja Gmist serta merusak umbul-umbul dan tiang bendera yang dipasang dihalaman rumah warga sekira pukul tiga pagi, Jumat (9/8).

Diketahui RJ alias Cardo (24) dan JM alias Jemy sudah berlebihan mengkonsumsi miras jenis cap tikus. Saat kedua pemuda ini melintas didepan pastori dan juga menaruh dendam pribadi. Tersangka Cardo mengambil batu dan melemparnya hingga mengenai kaca jendela.

Tak puas, keduanya pun membobol pagar rumah, lalu mengambil kursi bambu yang ada didepan teras untuk memecahkan kaca jendela, membobol pintu dan mengacak-acak isi rumah.

"Kami sempat melarang mereka, tapi himbauan kami itu tak didengar tersangka. Malah keduanya pun mengancam kami, kalau melarang mereka kami mau dilempar pecahan kaca dan kursi bambu yang sudah mereka rusak," ujar salah satu warga kolongan yang menyaksikan kejadian.

Kapolsek Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe Iptu Richard Makasengku membenarkan hal tersebut kepada sejumlah wartawan. Menurutnya ketika mendapatkan laporan dari warga, anggota polsek yang bertugas langsung ke TKP dan menangkap kedua tersangka.

"Jadi keduanya telah merusak rumah pastori yakni rumah dinas pendeta Gereja Gmist. Kejadiannya pukul 3 subuh pagi, dan tersangka telah mengkonsumsi minuman keras," ungkap Makasengku.

Kini, keduanya pun telah ditahan di sel tahanan Polsek Tahuna. Dan atas perbuatannya kedua tersangka diancam dengan pasal 170 dengan masa tahanan maksimal tujuh tahun penjara.

"Beruntung pada saat itu rumah lagi kosong. Jadi tidak ada korban jiwa, hanya rumah dan isi rumah yang dirusak tersangka. Karena belum puas mereka pun kembali merusak umbul-umbul dan tiang bendera. Atas perbuatannya kedua tersangka diancam dengan pasal 170 dengan masa tahanan maksimal tujuh tahun penjara," kuncinya. (js)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Minggu, 11 Agustus 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional