Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Advertise with Anonymous Ads

Langkah Pencegahan Dini Teroris, FKPT Sulut dan BNPT Libatkan Aparatur Desa



Minahasa, detiKawanua.com - Melibatkan jajaran aparat desa hingga penegak hukum TNI Polri di Kabupaten Minahasa, pada Kamis (08/07) siang tadi di Tasik Ria Resort Tateli, telah mengikuti kegiatan Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa Tentang Literasi Informasi yang diprakarsai Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulut bersama Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

Agenda rutin tahunan ini dari penyampaian sambutannya Kepala BNPT, Komjen Pol. Suhardi Alius melalui Kepala Sub Direktorat Pemulihan Korban BNPT, Kolonel TNI, Roedy Widodo mengungkapkan, bahwa aksi terorisme merupakan kejahatan luar biasa yang mendapatkan kecaman oleh semua negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Pemerintah membentuk lembaga khusus menangani tindak pidana terorisme dan merumuskan kebijakan dalam melakukan pencegahan dini. 

BNPT sendiri merupakan perpanjangan tangan pemerintah untuk menangani permasalahan dimaksud, seiring berjalannya waktu organisasi teroris terus bertansformasi hingga ada kelompok terorisme versi lama dan versi baru. 

"Perbedaannya ada pada dinamika propaganda dan rekrutmen antara lain: terorisme versi lama memanfaatkan kekeluargaan, pertemanan, ketokohan dan lembaga keagamaan dengan rekrutmen tertutup dan pembaiatan langsung sedangkan versi baru yaitu memanfaatkan website, media sosial, dan social messenger dengan rekrutmen terbuka dan pembaiatan via media sosial. Artinya wajah baru terorisme lebih berbahaya, karena mereka tidak lagi tertutup melainkan terbuka dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Dengan demikian potensi keterpaparan masyarakat cukup tinggi, apa lagi mereka yang aktif di media sosial atau dunia maya” jelas Roedy sembari menambahkan bahwa potensi tersebut sesuai data berdasarkan hasil survey pemanfaatan internet 2017 oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan bahwa 143,26 juta dari total populasi penduduk Indonesia 262 juta orang adalah pengguna internet atau sekitar 54,68% dari total penduduk Indonesia.

“Alasan lainnya merupakan perang psikologi, propaganda, jaringan kelompok terorisme, perekrutan dan mobilisasi, pengumpulan dana, data mining/pengumpulan informasi, pemberian intruksi serta tempat diskusi antara individu-kelompok,” ungkapnya.

Mengapa teroris menggunakan dunia maya (fasilitas internet)?, alasannya menurut Roedy adalah muda diakses, sulit dikontrol, audien yang luas, anonim (tanpa nama), kecepatan informasi, media yang interkatif, murah untuk membuat dan memelihara, bersifat multi media (gambar, suara, foto dan video), serta internet menjadi salah satu sumber pemberitaan.

Sementara itu melalui Ketua FKPT Sulut, James Tulangao menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan para narasumber yang ahli dibidangnya masing-masing seperti, Roedy Widodo (Kasubdit Pemulihan Korban BNPT) dan Yosep Adi Prasetyo (Mantan Ketua Dewan Pers), dengan jumlah peserta sebanyak 95 orang yang terdiri dari Aparatur Kelurahan dan Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan awak Media. 

"Kita harapkan bahwa peserta yang hadir akan memahami bahaya radikalisme dan terorisme serta bersama-sama BNPT dan FKPT dalam melakukan pencegahan dini di tengah-tengah masyarakat," ujar James, seraya menambahkan kepada wartawan, kegiatan dimaksud sangatlah penting guna kepentingan bangsa dan negara beserta semua elemen masyarakat.

"Stratergisnya penguatan forum ini difokuskan diwilayah pesisir Sulut, yang nantinya juga kedepan akan dilaksanakan di wilayah Bolmong Raya. Pentingnya informasi dari semua pihak termasuk informasi warga, karena potensi yang ada itu banyak terjadi diwilayah perbatasan dan pesisir," ungkapnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Bupati Minahasa Royke O. Roring yang diwakili oleh Kasat Pol PP Meidy Rengkuan, bahwa tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan informasi internet adalah media yang efektif dan digunakan kelompok teroris dalam menjalankan aksinya dan perekrutan anggota. 

“Sebagaian besar masyarakat Indonesia banyak berselancar di media sosial” jelas bupati melalui sambutannya.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua PWI Sulut, Voucke Lontaan.

(1s70/*)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Kamis, 08 Agustus 2019 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional