Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Kaji dan Reaksi Cepat BPBD Sulut, Tangani Dampak Erupsi Gunung Karangetang


Sitaro, detiKawanua.com - Menindak lanjuti tanggap bencana dengan cepat melalui proses Kaji Cepat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut melalui komando Kaban Joi Oroh segera bergerak meninjau langsung lokasi sekitar dampak erupsi Gunung Api Karangetang di Kabupaten Sitaro pada beberapa waktu lalu.

"Begitu mendapatkan surat laporan tentang kondisi terkini aktivitas gunung tersebut, kami langsung lakukan Kaji Cepat dan tim langsung berangkat ke Sitaro," terang Oroh kepada wartawan, Rabu (14/08) sore tadi.

Menurutnya, BPBD Sulut tidak hanya turun namun membawa sejumlah bantuan cepat sementara kepada masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Karangetang.

"Dari laporan tim BPBD dilapangan, berdampak aktivitas di wilayah Kali Beha Timur Kampung Kalarung dengan jarak luncuran larva sampai 1500 meter dari puncak kawah utama dan sesekali terjadi guguran larva di Kali Bahembang, Kali Keting, Kali Kahangetang, Kali Batang dan Kali Batuawang. Dari laporan surat itu dikhawatirkan akan terjadi penumpukan material larva yang bisa berpotensi terjadinya awan panas," ungkapnya.

Lanjut Oroh, tidak hanya bantuan cepat namun juga tim BPBD bersama Pemda setempat telah membuat Pos Lapangan di Kampung Kinali, Kalarung, serta Kantor Camat Siau Timur, dengan melakukan pendataan bagi masyarakat yang tinggal disepanjang bantaran kali dengan radius hingga 100-200 Km.

"Namun, belum ada sampai mengungsi. Hanya saja, kalau malam masyarakat dihimbau untuk turun dari wilayah perkebunan sekitar lokasi gunung untuk menginap dirumah sudara atau lokasi pos yang telah disediakan tim dilapangan," terang Oroh sembari menambahkan bahwa hingga sekarang ini status Siaga Tiga masih diberlakukan.

"Dalam waktu dekat juga kami akan menyalurkan bantuan berupa, Beras, Perlengkapan Keluarga, Bayi dan Sembako lainnya," tandasnya.

(1s70)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Rabu, 14 Agustus 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional