Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Advertise with Anonymous Ads

Ini kata Fanley Pangemanan terkait Figur VGMI dan Partai Demokrat Minsel



MINSEL,  detiKawanua.com - Pertarungan politik di Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) kabupaten Minsel 2020 mendatang semakin panas ibarat Besi menajamkan Besi maka dibutuhkan kerja ekstra bagi kandidat yang akan masuk dalam percaturan politik nanti

Salah satu kandidat dan figur kuat yang ditakuti akan muncul tiba-tiba meski namanya sudah terdengar sejak Pileg lalu ,siapa lagi kalau bukan Verna Gledis Merry Inkiriwang ( VGMI) figur yang banyak dinanti masyarakat untuk masuk dalam bakal calon yang siap diusung oleh partai gabungan ini menjadi daya tarik kuat bagi masyarakat Minsel

Tak tanggung-tanggung menurut beberapa politisi senior dikabupaten Minsel figur VGMI juga dapat menjadi " kuda hitam " bagi pertarungan pilkada Minsel 2020, meski sangat disayangkan partai besutan suaminya Royke Kaloh yaitu Partai Demokrat tak bisa mencapai satu fraksi yang merupakan syarat mutlak untuk mengajukan Pasangan Calon ( Paslon) di Pilkada mendatang tapi tetap saja VGMI terus dinanti eksistensinya di pilkada Minsel 2020 mendatang

Pandangan yang berbeda disampaikan Dosen Ilmu Pemerintahan FISPOL Unsrat , Dr. Fanley Pangemanan, SSos, MSi. dengan kajian politiknya yang mempuni mengaku Menyongsong Pilkada 2020 , Partai Demokrat Minsel dalam pandangannya saat ini tidak akan melewatkan momentum strategis pilkada, namun demikian Pengurusnya masih terfokus pada tahapan Pemilu tapi Tanpa mengabaikan agenda besar Pilkada, Pimpinan Parpol di Kabupaten diharapkan segeralah bergerak jangan sampai nanti ketinggalan langkah.

" Permanennya keputusan politis untuk menentukan layaknya figur pada tiap parpol memang belumlah nampak secara jelas. Data empirik saya, seolah telah menjadi lumrah bagi parpol pengusung bahwa ketika menentukan calon yang diusung, nanti dilakukan pada saat injury time waktu pendaftaran calon.
Menurut saya, sebisa mungkin dalam menentukan calon bupati dan Wakilnya hindari istilah "Tiba Saat Tiba Akal". imbuh Pangemanan yang juga Dosen Pascasarjana Unsrat

Lanjutnya, Kalau menjawab pertanyaan teman teman media tentang Partai Demokrat, sedari jauh hari kelihatannya jagoan Demokrat telah mengerucut pada nama Verna Gladies Merry Inkiriwang. Kader partai yang punya Latar pendidikan dokter, saat ini sudah menjalani periode kedua menjadi anggota DPR RI 2009-2014 & 2014-2019, dari Fraksi Partai Demokrat. Ini adalah modal ampuh yang dipunya dari aspek leadership-nya. So pasti ia telah banyak menggarami ketika menghadapi masalah nasional di lingkup legislatif, dan itu menjadikan serta membuatnya lebih bijaksana.

Di sisi lain, beliau juga pernah mengikuti ajang pemilihan Miss Indonesia pada tahun 2007 dan berhasil meraih posisi Runner Up 2, tentu saja sangat memahami aspek diri dan lingkungannya.
Kualitas yang ditunjukkan di ajang Miss Indonesia itulah sehingga partai Demokrat melirik potensi politik yang dimiliki oleh figur ini.

"Menurut saya, Belahan hati dari Sang Ketua Demokrat Minsel Royke Widya Kaloh bukanlah kader karbitan. Tidak berlebihan jika dari sisi kiprah di bidang politik berani saya katakan inilah salah satu sosok yang layak berkompetisi di Pilkada 2020." tutup Fanley.
( Vandytrisno)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Senin, 12 Agustus 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional