Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Advertise with Anonymous Ads

74.000 Orang Aksi Menghadap Laut 2.0, DKP Sulut Libatkan 129 Organisasi dan Masyarakat


Manado, detiKawanua.com - Memaknai laut sebagai salah satu 'wadah masa depan' yang bisa menghasilkan perekonomian bagi warga yang berprofesi sebagai nelayan melalui pemanfaatan kandungan sumber daya alam (SDA) laut berupa ikan, serta disisi lain potensi pada sektor pariwisata atas keindahan dan kebersihan laut, tentunya seluruh masyarakat khususnya diwilayah pesisir pantai, harus benar-benar menjaga dan melestarikan laut.

Diharapakan Plt Kepala Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Daerah Sulut, Tienneke Adam kiranya masyarakat tidak memunggungi (tidak memperdulikan) laut. 

"Karenanya, kita harus meningkatkan kesadaran warga tentang kebersihan, salah satunya dengan menggelar Gerakan Aksi Menghadap Laut 2.0 Tahun 2019 ini," terangnya dalam kegiatan yang secara serentak dilaksanakan di 74 lokasi di pesisir Indonesia dengan melibatkan sebanyak 74.000 peserta, pada Minggu (18/8) di Pelabuhan Perikanan Pantai Tumumpa-Manado.

Adapun kegiatan yang dirangkaikan dengan 'Aksi Bersih Pantai dan Laut serta Perayaan Kelimpahan Hasil Laut Indonesia' yang turut dihadiri beberapa instansi dan komunitas/organisasi terkait antara lain Danlantamal VIII Manado, Bakamla Sulut serta 129 komunitas/organisasi itu, kata Tienneke sejalan dengan program kebersihan Pemerintahan Sulut dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw (OD-SK).

“Jadi ada program baru lagi terkait ODSK yang telah dicanangkan pada momen HUT RI kemarin yakni, Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan yang singkatannya sama seperti ODSK sebelumnya Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan," jelasnya sembari mengatakan bahwa OD-SK (Gubernur Olly dan Wagub Kandouw) konsisten juga terkait kebersihan, sebab identik dengan sektor pariwisata di Sulut.

“Peran laut sangat penting dan harus diutamakan karena merupakan masa depan bangsa.
Ini gerakan yang kedua dan ada tiga lokasi di Sulut, yakni Kota Manado, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel),” tuturnya.

Yang pada akhirnya, Plt Kadis DKP itu pun berterimakasih kepada para pihak yang telah turut mensukseskan kegiatan dimaksud, dengan harapan bisa membuahkan hasil untuk Sulut Hebat dan Indonesia Maju 

“Apresiasi yang lebih pula untuk komunitas Tuna Rungu yang secara spontan dan merasa terpanggil turut serta dalam kegiatan ini,” ujarnya.

(1s70)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Minggu, 18 Agustus 2019

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional