Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Advertise with Anonymous Ads

Tim Formatur Mulai Susun 'Kabinet' Ulyas Taha di PWNU Sulut

Ulyas Taha, Ketua PWNU Sulut. /ist

Manado, detiKawanua.com - Rapat tim formatur menyusun struktur Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Utara (PWNU Sulut) masa khidmat 2019-2024, berhasil disusun tanpa adanya tekanan dari manapun.

Penyusunan personil yang akan membantu Ulyas Taha selaku Ketua PWNU terpilih, berlangsung di Hotel Aston Manado, Sabtu (20/07) malam.

Tim formatur terbentuk merupakan hasil keputusan Rapat Pleno ke-6 pada Konferensi Wilayah XI yang berlangsung minggu lalu di Manado, terdiri dari Ketua Formatur KH Abdul Wahab Abdul Gafur LC selaku Ketua Rois Suriyah terpilih, Sekretaris Drs Hi Ulyas Taha MPd selaku Ketua Tanfidziah terpilih, unsur PBNU, dan dibantu empat orang anggota dari unsur PCNU di Sulut, yakni dari PCNU Boltim, PCNU Satal, PCNU Bolmut, dan PCNU Mitra.

Dalam rapat semalam, kata Ulyas Taha, tim formatur berhasil menyusun pengurus mulai dari jajaran Rois Suriyah dipimpin Ketua KH Abdul Wahab Abdul Gafur Lc, dibantu beberapa wakil ketua. Sementara untuk posisi Khatib, tim formatur memberi kepercayaan kepada KH Yaser Bin Salim Bahmid. Sedangkan Mustasyar diangkat KH Abdurrahman Latukau LC dan sejumlah nama.

"Selain itu, di posisi A'wan atau lebih dikenal dengan sebutan dewan pakar, terdapat para ahli dari perguruan tinggi yang ada di Sulut, di antaranya Prof Dr Ihdar Domu dan Dr Michael Mamentu, serta beberapa nama yang sangat berpengaruh  di perguruan tinggi yang ada di Sulut, baik Unsrat Manado, Unima Tondano,  dan  IAIN Manado," jelas Ulyas via rilis yang diterima media ini, Minggu (21/07).

Khusus di jajaran Tanfidziah, yang selalu menjadi rebutan para kader NU, kini berada di genggaman tangan Drs Hi Ulyas Taha MPd. Diembannya jabatan tersebut, karena Ulyas begitu mulus mendapat dukungan 8 suara pengurus cabang dari 9 yang berhak memberi suara.

Tak kala hebat juga adalah jabatan sekertaris. Sederet nama yang menumpuk di atas meja tim formatur. Memang, kata Taha, jabatan ini sangat strategis. Jangan heran banyak kader-kader NU yang berpengalaman, berminat pada posisi ini.

"Alhamdulillah, semua keinginan dapat disatukan dan mengerucut kesatu nama, yakni Drs Masri Suleman, yang dibantu oleh wakil-wakil sekertaris yang sempat menguat di beberapa hari terakhir ini," ujarnya.

Hal yang sama juga terjadi di jabatan bendahara, banyak juga yang mengincar. Sayang dominasi Ir Hi Iskandar Modjo sangat kuat dan sukar dipatahkan. Karena Pak Is, sapaan akrab beliau, adalah salah satu staf teras di "torang pe bank", Bank SulutGo.

"Kalau dilihat dari komposisi yang ada, memang terkesan terlalu 'gemuk'. Sebab  di unsur ketua terdapat 12 orang, di unsur sekretaris juga terdapat 12 nama, sementara di unsur bendahara hanya terdapat 7 nama saja. Ini terjadi karena diambil dari unsur daerah tingkat dua," jelas Taha.  

Lebih menarik lagi, kata Ketua PWNU Sulut terpilih ini, adalah menyusun posisi wakil-wakil ketua. Tak dapat dihindari karena begitu banyak nama-nama yang ada di tangan setiap anggota formatur agar kader-kader NU terbaik boleh masuk dalam 'Kabinet' Ulyas Taha.

"Salut buat ketua formatur begitu bijak membagi porsi sesuai dengan kompetensi mereka masing-masing. Salah satu yang tak perlu diragukan lagi nama tokoh pers nasional yang ada di daerah ini dan juga sebagai wartawan senior, Hi Midun Loho, masuk salah satu unsur wakil ketua di kepengurusan NU Wilayah Sulut untuk periode 5 tahun ke depan," terangnya.

"Setiap kader yang masuk struktur PWNU Sulut, harus mengisi surat penyataan bermaterai, yang isinya antara lain: bersedia meluangkan waktu untuk Jam'iyyah Nahdlatul Ulama, dan menerima Pancasila sebagai Dasar dan Azas negara serta NKRI sebagai bentuk final negara," tambahnya.

Di akhir rilis, Ulyas Taha mengimbau dan mengingatkan kepada kader-kader yang tidak masuk dalam pengurus harian, agar tidak berkecil hati.

"Jangan khawatir, kalian semua sangat diperlukan di badan-badan otonom dan lembaga NU. Disitulah karier kalian diuji,'" pungkasnya.

(*/Indra)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Minggu, 21 Juli 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional