Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Telan Korban Jiwa, Aktivis BMR Desak Aparat dan Pemkab Tertibkan PETI di Bolmong

Penertiban PETI Bakan beberapa waktu lalu.  /ist

Bolmong, detiKawanua.com - Aktivis Bolmong Raya (BMR) Firasat Mokodompit meminta aparat hukum dan instansi terkait segera mengambil langkah tegas terhadap keberadaan PETI di wilayah Bolmong, khusunya blok Bakan, yang telah menelan korban jiwa. 

Firasat yang juga tokoh masyarakat BMR ini, memberikan dua opsi yang harus dilakukan oleh pemerintah dan aparat.

"Pertama, hentikan penambangan liar yang beresiko tinggi bagi keselamatan penambang. Aparat hukum harus tegas untuk tidak lakukan pembiaran terhadap PETI," terangnya.

Opsi kedua lanjut Firasat, pemerintah tetap harus mencarikan solusi agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. 

"Pemda Bolmong harus memberikan kawasan khusus bagi penambang secara legal dan diawasi agar bisa ciptakan PAD," pungkasnya.

Aparat penegak hukum dan Pemkab Bolmong diminta menseriusi penutupan pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Bolmong, khususnya di  Bakan, Lolayan. Apalagi korban PETI terus berjatuhan.

Senada dikatakan aktivis mahasiswa Rahman Mokoagow. Dirinya mendesak aparat dan pemkab mengambil langkah kongkrit untuk mencegah jatuhnya korban susulan.

"Kami mendesak kiranya aparat hukum dan instansi terkait dapat menindak tambang ilegal tersebut,  ini sudah meresahkan masyarakat,  apalagi sudah banyak korban berjatuhan akibat tambang ilegal yang tidak memenuhi standar keamanan pertambangan," tandasnya.

Sebelumnya, Pemkab Bolmong telah mengeluarkan surat resmi penutupan tambang illegal dibeberapa lokasi.  Surat yang dikeluarkan oleh Pemkab Bolmong Beberapa waktu yang lalu dengan Nomor 540/d.12/dmptsp/25/VI/2019 ditanda tangani Sekretaris Daerah Tahlis Gallang, SIP MM atas nama Bupati Bolaang Mongondow.

"Sebelumnya kami sudah menyurati Para pengusaha tambang untuk menertibkan lokasi Tambang Ilegal tersebut, dimana ada dua lokasi, yang pertama untuk Busa Bakan dan yang kedua Diluar Busa Bakan," ungkap Sekda Bolmong Tahlis Gallang, beberapa waktu lalu.

Sementara Kapolres Bolmong melalui Kabag Humas Polres Bolmong AKP Rusdin Sima dikonfirmasi mengakui akan segera melakukan penertiban. 

"Sebenarnya kami melakukan penertiban tanggal 27 Juni lalu, tapi masih ada agenda pengamanan sidang putusan MK. Sehingga masih ditunda," ujar Sima ditemui kemarin.

Seperti diketahui, Tahun 2019 ini saja sudah terjadi beberapa kecelakaan tambang. Terakhir,  di lokasi Bakan, Kecamatan Lolayan. Satu warga setempat, Rivaldo Mokoagow menjadi korban, Selasa (25/06/2019).

Jatuhnya korban ini merupakan rentetan panjang terjadi selama beberapa bulan ini. Meski begitu  aktivitas PETI tak berarti berakhir. Bahkan, telah menjadi rahasia umum, PETI di wilayah Kecamatan Lolayan semakin tak terkendali. Tak tanggung-tanggung  alat berat digunakan secara leluasa hingga hari ini. Seakan para PETI mendapat jaminan tak akan disentuh hukum. 

(*/Indra)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Selasa, 02 Juli 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional