Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Sekitar 400 Peserta Warga Manado Ikuti Even Baku Gate Falinggir dan Hias SSK, Gratis!


Manado, detiKawanua.com - Sabtu (13/07) pagi hingga sore nanti, warga Kota Manado khususnya di Kompleks Jalan Boulevard Sindulang 2 Manado disuguhi iven Baku Gate Falinggir (layangan) dan Hias yang digelar Sonya Selviana Kembuan (SSK) dalam rangka memperingati HUT Kota Manado ke-396 pada Senin (15/7) pekan depan.

Dalam iven ini terdapat dua perlombaan yakni, Falinggir Baku Gate dan Hias', yang diikuti sekitar 400 peserta untuk umum dengan tidak dibebani biaya pendaftaran (gratis) dengan memperebutkan uang tunai jutaan rupiah serta doorprice bagi warga.

"Antusias warga sangat tinggi dikarenakan jenis perlombaan ini tidak sering dilaksanakan dengan dibuktikan banyaknya peserta yang mendaftaran. Dan even ini juga menjadi ajang silaturahmi serta sosialisasi bagi satu bakal calon srikandi Kota Manado yakni, Sonya Selviana Kembuan (SSK)," terang Rio Lamia yang juga merupakan panitia kegiatan.

Horlit Yanis salah satu warga Sindulang mengungkapkan dengan adanya kegiatan ini dirinya merasa bersyukur karena selai sebagai salah satu hiburan masyarakat juga mengangkat kembali permainan tradisional. 

"Saya bangga dengan kegiatan yang diselenggarakan panitia dari ibu SSK. Untuk ibu SSK saya mengucapkan terima kasih sudah mengadakan kegiatan ini," kata Horlit.

Adapun oleh Sonya Selviana Kembuan (SSK) mengungkapkan bahwa kegiatan dimaksud juga merupakan salah satu visi dari Manado sebagai kota modern yang berbudaya. Dalam artian, walaupun Manado menjadi kota modern tapi tradisi dan budaya seharusnya tetap dijaga seperti salah satunya kegiatan berbau tradisional.

"Dengan kegiatan ini diharapkan kualita interaksi hubungan masyarakat tidak dibatasi oleh tingkat pendidikan dan strata sosial, tapi merata untuk semua masyarakat mulai dari anak-anak orang tua, bahkan opa dan oma (kakek nenek).

Dikatakannya pula melalui antosias warga pada kegiatan tersebut, terlihat contoh bagaimana kerjasama antara orang tua (bapak) dan anak dalam memainkan layangan (falinggir) untuk mendapatkan hasil maksimal. 

"Sisi lainnya juga yang menarik dan menjadi perhatian khusus adalah soal kreativitas dalam membuat layang-layang. Dengan kegiatan seperti ini juga kita bisa dekat mengenal akan alam lingkungan serta diharapkan tercipta persaingan positif dengan era digital yang lebih bersifat perorangan," terang Sonya.

(Ijo)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Sabtu, 13 Juli 2019

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional