Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Pemprov Sulut Subsidi 3,5 Jt Per Calon Jamaah Haji Sulut, Tahun Ini Bertambah 870 Jamaah


Manado, detiKawanua.com - Bukti perhatian serius pemerintah provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terhadap umat muslim tak perlu diragukan. Kali ini, para Calon Jamaah Haji (CJH) asal Sulut diberikan subsidi oleh Pemprov masing-masing orang senilai Rp 3,5 juta.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Setdaprov Sulut, dr Devi Kartika Tanos MARS kepada wartawan di Kantor Gubernur, Senin (29/07) pagi.

Dikatakan Karo Devi, pemberian subsidi oleh Pemprov Sulut sebenarnya pada tahun tahun sebelumnya juga diberikan bagi para calon jamaah haji, namun untuk tahun ini nilainya bertambah, dimana tahun kemarin (2018H/1439H-red), Rp 2.900.000, namun kali ditambah mungkin menjadi Rp 3.500.000.

Karo Devi menjelaskan, untuk tahun ini jamaah haji asal Sulut juga bertambah yakni berjumlah 870 jamaah haji ditambah 5 orang Tim Pembantu Haji Daerah (TPHD). Sementara para calon jamaah haji ini dibagi dalam 2 keloter, yaitu kloter 12 dan 13. Untuk kloter 12 berjumlah 455 orang dan kloter 13 berjumlah 430 orang.

“Kita berharap, setiap tahun dana subsidi untuk CJH Sulut terus bertambah. Ini karena perhatian dan konsen Bapak Gubernur dan bapak Wagub untuk masyarakat Sulut, terlebih bagi mereka yang akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci,” ungkap dr Devi.

Istri tercinta Wagub Sulut Drs Steven OE Kandouw ini menambahkan bahwa pada tahun ini, kuota CJH asal Sulut bertambah, seiring dengan penambahan kuota haji dari pemerintah Kerajaan Arab untuk masyarakat muslim Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.

“Sehingga CJH asal Sulut juga ikut bertambah menjadi 870 orang pada tahun ini, dibandingkan pada tahun lalu 2018 hanya sebanyak 720 CJH,” ujar dr Devi.

Lanjutnya, mereka nantinya akan dilepas dari Asrama Haji Manado menuju Embarkasi Balikpapan Kalimantan Selatan.

Untuk Kloter 12 dijadwalkan berangkat ke Embarkasi Balikpapan pada tanggal 30 Juli, sedangkan Kloter 13 berangkat pada tanggal 1 Agustus pukul 04.00 WITA dan akan dilepas Gubernur atau Wakil Gubernur.

Karo Kesra dr Kartika berharap para CJH dapat tetap menjaga kesehatan dan mendapat pendampingan dari TPHD yang berangkat bersama mereka ke Tanah Suci, sehingga setelah kembali ke tanah air, khususnya ke Sulut, mereka bisa menjadi agen pembawa damai di tengah masyarakat.

“Harapan saya, semoga semua Jemaah Calon Haji menjadi Haji yang Mabrur, dan nantinya dapat memberikan efek-efek yang positif sepulang dari Tanah Suci serta menjadi agen-agen pembawa damai dan dapat memberikan kesejukan serta kedamaian di tengah-tengah masyarakat Sulawesi Utara,” tutup dr Devi. 

(tim/1s70)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Selasa, 30 Juli 2019

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional