Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Kolaborasi DPM-PTSP Sulut dan BI Tunjang KEK dan Infrastruktur di Sulut


Manado, detiKawanua.com - Bank Indonesia (BI) bersama Regional Investor Relation Unit pada Kamis (11/07) telah melangsungkan pertemuan yang dimana dalam pertemuan tersebut melibatkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Sulut, terkait tindaklanjut penyampaian dari Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur Sulut Olly Dondokambey akan masuknya proyek dan program kerja di Sulut yang salah satunya dalam mendukung jalannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, KEK Industri serta pembangunan infrastruktur lainnya di Sulut.

Informasi yang diterima wartawan, bahwa Pemprov Sulut yang saat itu dihadiri DPM-PTSP yang dibawahi Plt Kepala Dinas, Franky Manumpil dari cacatan yang ada, bersama pihak BI mencoba memadukan inovasi guna mempercepat masuknya investasi ke Sulut melalui 4 langkah seperti, pengembangan, pengendalian, promosi serta perizinan (dipermudah) yang (dari empat hal itu) didalamnya juga terdapat "info memo" yang isinya adalah deskripsi isi dari masuknya nilai proyek.

Manumpil, ketika ditanyakan wartawan seperti apa program proyek yang menjadi action nanti mengungkapkan seperti Jembatan Bitung-Pulau Lembe itu satu rangkaian dengan Jalan Tol sebagaimana merupakan petunjuk dari Presiden. Begitupun KEK Industri diwilayah Kota Bitung juga memfokuskan pada Lite (ringan) Industri.

"Pada intinya, kami (DPM-PTSP Sulut) menindaklanjuti arahan pak presiden bersama pak gubernur guna semua perencanaan, pengembangan dan pembangunan serta program kerja berjalan dengan baik," terang Manumpil yang juga merupakan Kepala Biro Perekonomian SDA Setdaprov Sulut.

TARGETKAN INVESTASI DAERAH TEMBUS 11 TRILIUN

Pemprov Sulut tahun ini menargetkan investasi di daerah sebanyak 11 triliun. Investasi tersebut baik dari dalam daerah, maupun dari asing. Hal ini dikatakan Pelaksanaan tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Daerah Sulut Frangky Manumpil. Dirinya mengatakan, target tersebut diberikan langsung pemerintah pusat melalui rencana kerja.

"Target kita tahun ini untuk investasi sebanyak 11 triliun. Dan realisasi investasi pada triwulan I periode Januari-Maret tahun 2019, tercatat mencapai Rp2.8 Triliun. Dari target pemerintah pusat, angka tersebut telah mencapai 25,8 persen sedangkan RPJMD Sulut menyentuh 48,9 persen. Jadi kita optimis target 11 triliun ini akan tercapai. Karena memang saat ini perizinan di Sulut sudah kita permudah. Kalau lengkap berkas dan memenuhi syarat, maka sudah bisa langsung diproses dan bisa langsung selesai. Instruksi Presiden Pak Joko Widodo serta Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw juga terkait mudahnya perizinan sudah kita terapkan saat ini," tuturnya.

Manumpil menyebut, hasil dari total realisasi ini merupakan nilai kumulatif yang bersumber dari proyek Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang wajib menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal berdasarkan Undang-Undang (UU) 25/2007 tentang penanaman modal dan peraturan kepala BKPM RI 7l/2018 tentang pedoman dan tatacara pengendalian pelaksana penanaman modal.

"Jadi, dari target investasi yang ditetapkan oleh pemerintah pusat atau dari BKPM RI untuk Sulut tahun 2019 yang sebesar 11 Triliun dan target RPJMD provinsi Sulut sebesar 3,7 Triliun, secara kumulatif periode Januari hingga Maret total investasi yang direalisasikan oleh investor di 15 kab/kota sebesar 2,8 Triliun dan telah mencapai lebih dari 100 persen target pemerintah pusat/BKPM RI untuk triwulan 1 tahun 2019 sebesar 2,6 Triliun," sebut Manumpil sembari optimis pada triwulan 2 total realisasi investasi akan melebihi target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat/BKPM RI. "Untuk itu saya berharap kepada seluruh kabupaten/kota yang ada di Sulut agar tetap bersinergi dengan pemerintah provinsi," tandasnya.

(Ijo/tim)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Jumat, 12 Juli 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional