Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Ditemukan Tak Bernyawa, Pemuda Beha Baru Diduga Gantung Diri Dengan Kain Sarung

Tahuna, detikawanua.com - Disaat umat kristiani sibuk beribadah di hari Minggu (28/7) pagi, seorang pemuda yang berasal dari Kelurahan Kolongan Beha Baru berinisial LRVM (20) nekad bunuh diri dengan mengunakan kain sarung di kamar tidurnya sendiri. Korban yang belum mempunyai pekerjaan tetap ini ditemukan saksi Rutli Mangasure (termasuk keluarga korban) sekira pukul 11.30 Wita yang ketika itu baru saja pulang dari gereja.

Saksi memanggil nama korban sebanyak tiga kali tetapi tak ada jawaban, akhirnya pintu kamar dibuka dan korban ditemukan dalam posisi duduk yang dilehernya masih terikat kain yang dipakainya untuk selimut. Merasa kaget, saksi yang melihat korban mengeluarkan darah dari hidungnya langsung memanggil orang tua korban untuk membuka kain yang masih tertikat dileher korban.

"Begitu saya lihat korban dalam kondisi seperti itu, saya panggil orang tuanya. Dan kain yang melilit dileher langsung dibuka dan membarinhi korban di atas tempat tidur,ketika di periksa hidungnya ternyata korban sudah tidak bernyawa dan darah mengalir dari dalam hidung," jelas Saksi.

Hal serupa juga dikatakan oleh saksi Dikson Makalinsade yang mengangkat dan melepas kain dileher korban.

Kapolres Sangihe AKBP Sudung Ferdinand Napitu SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Angga Maulana SIK membenarkannya dan mengatakan atas permintaan orang tua, korban tidak dibawa lagi ke rumah sakit untuk diotopsi. Karena pihak keluarga sudah menerima dengan iklas kejadian tersebut, apalagi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya di tubuh korban.

"Korban tidak diotopsi lagi dan pihak keluarga sudah menerima musibah ini dengan iklas, ditubuh korban juga tak ada tanda kekerasan. Melainkan hanya ditemukan bekas lilitan pada leher dan kencing serta kotoran pada anusnya," ujar Maulana.

Ditambahkannya tindakan dari pihak kepolisian sudah lengkap yakni dengan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan serta membuat surat pemeritahuan untuk melakukan otopsi dan juga surat penolakannya.


"Walaupun korban ditolak pihak keluarga untuk diotopsi, kami tetap akan melalukan penyelidikan atas kasus ini sebagai syarat ada penanganan hukum sesuai undang-undang yang berlaku," kuncinya. (js)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Senin, 29 Juli 2019 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional