Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Puluhan Usaha di Boltim Belum Kantongi Izin

Salah satu bangunan di Boltim  yang belum kantongi izin.

Boltim, detiKawanua.com - Puluhan Usaha Penyulingan Minyak Cengkeh (PMC) dan bisnis Sarang Burung Walet (SBW) yang berada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), diduga tidak mengantongi izin.

Hal ini, sesuai data yang ada di Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPTSP) Boltim. Melalui Sekretaris DPTSP, Indah Roringkon dijelaskan bahwa ada sekitar puluhan usaha yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Ada sekitar 11 bangunan usaha sarang burung walet di Boltim belum kantongi IMB dan izin usaha. Selanjutnya, kurang lebih 29 usaha penyulingan  minyak cengkeh juga tidak memiliki izin. Beberapa waktu lalu, yang mengurus izin namun sekarang sudah habis masa aktifnya. Untuk tahun ini, seharusnya dperpanjang lagi," ungkap Indah.

Lanjutnya, untuk pengurusan izin kami selalu berusaha dalam pendataan. Kami masih mencari data siapa pemiliknya, dan di mana lokasinya, lalu kita buat surat teguran sampai dengan pemangilan kepada pelaku usaha.

"Sebagai instansi terkait, kami punya tahapan dan prosedurnya. Pertama memberikan pemahaman kepada pelaku usaha bahwa harus memiliki ijin. Kedua sosialisasi. Ketiga pemberitahuan melalui spanduk, dan sampai dengan diklat pada pelaku usaha. Namun semua ini, tergantung dari kesadaran dari pelaku untuk memiliki ijin usaha," jelasnya kepada awa media.

Katanya, untuk pengurusan tidak lama jika berkas lengkap, maka proses cepat selesai.

"Seperti, jika sudah ada rekom dari instansi terkait seperti PU, DLH, Disperindagkop, dan instansi terkait lainnya, kami siap proses izinya. Ini sesuai instruksi Bapak Bupati Boltim Sehan Salim Landjar SH, agar tertib administarsi dan perizinan usaha," terangya.

Senada yang dikatakan Kepada Bidang Perizinan dan Non Perizinan, Iswandi Mokodompit, bahwa baru tiga usaha sarang burung walet yang memiliki IMB yakni di Molobog, Matabulu dan Bukaka.

"Kami sudah turun lapangan dan beberapa kali menyurat ke kecamatan dan desa, untuk menginstruksikan pemilik sarang walet untuk mengurus izin, agar tidak semena-mena membangun usaha sarang burung walet," ungkap Iswandi.

Ada beberapa pemilik usaha yang datang ke kantor mengurus izin, namun kebanyakan tidak kembali, dengan alasan retribusi pengurusan terlalu mahal.

"Kami telah melakukan perhitungan sesuai Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang retribusi perizinan tertentu. Perhitungan retribusi IMB yakni luas bangunan kali berapa lantai kali indek 1,00 kali harga satuan retribusi bangunan gedung. Harga standar bangunan gedung 2.086.000 per meter. Usaha Sarang burung walet jika dikelola dan mereka mengikuti aturan yang ada, usaha ini salah satu penyumbang PAD," paparnya, Minggu (07/07) kemarin.

(Fidh)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Senin, 08 Juli 2019 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional