Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Dihadiri Ibu Rita, Pengelolaan Kobong dan Pupuk Organik Pun Jadi Fokus Pemprov Sulut


Minahasa, detiKawanua.com -  Memantapkan pengembangan pertanian organik menjadi perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut. Hal tersebut diwujudkan dalam rangka peningkatan pendapatan petani, pemanfaatan sumber daya alam pupuk organik, dan penyediaan pangan yang sehat. Demikian sambutan Gubernur Olly Dondokambey yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sulut, Rudi Mokoginta pada kegiatan "Launching Kobong dan Pupuk Organik" yang juga dihadiri Ketua TP PKK Sulut, Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan bertempat di Kawasan Pertanian Tampusu, Kabupaten Minahasa pada Selasa (2/7).

“Karena itu, saya menganggap bahwa kehadiran kita semua di tempat ini menjadi indikator bahwa kita telah bersepakat untuk membangun komitmen bersama, menjadikan area kawasan pertanian Desa Tampusu ini sebagai pusat pengembangan pertanian organik disamping pengembangan ternak sapi,” terang Mokoginta.

Menurutnya juga bahwa, lahan kawasan pertanian Tampusu sangat tepat dimanfaatkan sebagai area percontohan kobong (perkebunan) organik untuk mengembangkan tanaman pangan, hortikultura serta pengembangan peternakan Sapi Perah FH, Sapi Potong PO dan Sapi Simental Hasil Embrio Transfer.

“Dengan adanya pengembangan sapi perah di area ini, maka di lokasi Tampusu ini perlu dibangun sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengolahan susu untuk penyediaan pangan bergizi dan peningkatan pendapatan Ibu-Ibu PKK di perdesaan,” jelasnya.

Diketahui, perubahan atas sistem pertanian dengan melakukan suatu gerakan pertanian organik yang pada era sekarang ini masih ditentukan oleh suplai, tapi kini perlu juga dikendalikan oleh permintaan pasar dengan nilai harga yang tinggi untuk komoditas pangan organik.

Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus memberikan dampak kurang baik terhadap tekstur tanah semakin keras, ikatan agregat tanah semakin buruk sehingga mudah tererosi, populasi organisme pengurai seperti cacing tanah akan semakin berkurang yang pada akhirnya menyebabkan penurunan kesuburan tanah secara keseluruhan. Selain efek dari pupuk anorganik tersebut, maraknya penggunaan zat kimia pengendali hama dan penyakit tanaman pangan seperti pestisida, insektisida, dan herbisida yang tidak terkendali sangat berdampak buruk pada kesehatan manusia serta kerusakan lingkungan.

Adapun kegiatan yang diprakarsai Dinas Pertanian Peternakan Sulut itu juga dihadiri Bupati Minahasa Royke O.Roring, Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan RI, Muhrizal Sarwani bersama sejumlah pejabat Pemprov Sulut. 

(IsJo/hms)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Selasa, 02 Juli 2019 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional