Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Demi Mengurangi Pengangguran, Dinsos Lakukan Pelatihan Keterampilan Anak Putus Sekolah

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Boltim, Demi Mengurangi Pengangguran, Lam Sumendap. 

Boltum, detiKawanua.com -Pelatihan keterampilan bagi anak usia remaja putus sekolah, Senin (01/07/2019) hari ini, mulai digelar oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Dikatakan Kepala Dinsos Boltim, Rudi S Malah, ada 10 orang perempuan dan 10 laki-laki mengikuti pelatihan. Ini dilakukan supaya mereka bisa mempunyai pekerjaan tetap, sebab sudah diberikan atau mengikuti pelatihan keterampilan sekitar seminggu.

"Ya salah-satu tujuan pelatihan ini yakni menurunkan angka pengagangguran serta angka kemiskinan bagi anak-anank putus sekolah. Usai pelatihan menjahit, kita berikan bantuan berupa mesin jahit dan mesin obras," terang Rudi kepada media ini.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial Lam Sumendap juga menjelaskan, bahwa pelatihannya dimulai hari ini hingga 6 hari ke depan. Syaratnya harus  ada Kartu Keluarga (KK), surat keterangan dari Kepala desa (Sangadi-red) masing-masing peserta, untuk membuktikan bahwa benar-benar penduduk desa setempat serta sudah putus sekolah.

"Usai pelatihan pada Senin (08/07/2019) pekan depan, mereka  mendapatkan mesin jahit per satu orang, dan mesin obras juga per satu orang. Mereka ada 10 orang perempuan. Mereka berasal dari Desa Bongkudai, Desa Atoga,  Nuangan, Kotabunan, dan Tutuyan,"  jelas Lam.

Untuk perbengkelan, lanjutnya, ada sepuluh orang (laki-laki) juga mengikuti pelatihan di salah satu bengkel di Desa Tutuyan selama seminggu. Setelahnya, dapat 1 unit mesin kompresor angin dan alat kunci-kunci 1 set.

"Pelatihannya selama 7 hari. Anggaran total pelatihan keterampilan menjahit dan perbengkelan, sekira Rp 85 juta APBD. Tujuannya, mengurangi angka pengangguran bagi anak putus sekolah yang ada di Boltim," paparnya.

Diimbau agar ketika bantuan sudah diserahkan, maka dipergunakan dengan semestinya. Jangan dijual, karena ini bantuan pemerintah.

"Nantinya, kita upayakan ada sertifikat pelatihan dari Dinsos Boltim, diberikan kepada mereka. Program ini dilakukan setiap tahun. Seperti tahun kemarin, pelatiham rias oleh 15 orang. Juga diberikan alat perlengkapan tata rias satu set. Anggaranya sekitar Rp 125 juta APBD," katanya, sembari mengimbau.

Dirinya menambahkan, tahun ini ada bantuan diberikan kepada ibu-ibu (janda-red) 15 orang, berupa alat perlengkapan masak open gas, gilingan mie, mixer. Untuk X napi ada 15 orang, dapat mesin potong (sensor-red), mesin pangkas (sleser-red).

"Kita berikan dalam waktu dekat. Bantuannya per satu orang," ucap Lam di ruang kerjanya siang tadi.

(Fidh)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Senin, 01 Juli 2019 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional