Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Tak Sesuai Syarat Ketentuan, Tujuh Paket Kegiatan Gagal Tender

Kabag ULP Setda Boltim, Haris Pratama Sumanta.

Boltim, detiKawanua.com - Unit Lembaga Pengadaan (ULP) Kantor Sekertariat Daerah (Setda) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), telah mengumumkan pelaksanaan proses tender untuk sebelas kegiatan di tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Dari pengumuman tersebut, empat paket kegiatan dinyatakan lulus penawaran, sementara tujuh kegiatan gagal tender termasuk lima kegiatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan dua kegiatan di Dinas Perikanan.

Kepala Bagian ULP Setda Boltim Haris Pratama Sumanta ST mengatakan, faktor gagalnya proses terder ketujuh paket dimaksud, disebabkan karena tidak ada penawaran yang dinyatakan lulus dalam proses penawaran di portal Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

"Hal ini disebabkan karena kurang cermatnya penyedia dalam membaca dokumen pemilihan, sehingga penawaran yang dimasukan di portal LPSE tidak memenuhi syarat," terang Haris saat dihubungi via whatsapp sejumlah awak media Senin (17/06) kemarin

Dikatakannya, tujuh paket kegiatan yang dinyatakan gagal tender, antara lain pemeliharaan jalan Matabulu-Jiko Rp 2.7 miliar, pembangunan jalan Desa Motongkad Rp 4 miliar, pembangunan jalan Dodap-Bunong Rp 7.5 miliar, rehabilitasi derah irigasi Tobongon Rp 676 juta, rehabilitasi derah irigasi Motongkad Rp 2.1 miliar, dan pengadaan motor tempel senilai Rp 380 juta serta pengadaan kapal perahu 6 unit Rp 660 juta.

"Sedangkan yang lulus penawaran, ada empat kegiatan yakni peningkatan jalan Motongkad pantai Rp 5.5 miliar, rehabilitasi daerah irigasi Togid Rp 848 juta, pengaman gedung kantor DPMD Rp 385 juta, dan pengadaan tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) senilai Rp 3 miliar," beber Haris.

Walaupun tujuh paket telah dinyatakan gagal tender, namun pihaknya sudah melakukan penayangan kembali terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, jika setiap penawaran masuk tidak sesuai dengan syarat ketentuan, maka jelas akan gugur secara sistem.

"tTdak lengkap penawaran maka jelas akan gugur. Gagalnya suatu kegiatan dalam proses tender bukan serta merta merugikan daerah, tetapi merupakan langkah untuk lebih menertibkan proses lelang agar tidak terjadi kecurangan,"  kata Haris dengan jelas.

(Fidh)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Selasa, 18 Juni 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional