Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Motoling Barat Menyimpan Potensi Holtikultura dan Wisata air terjun Winosirang Waterfall


MINSEL, DETIKAWANUA.COM — Motoling Barat merupakan satu dari 17 Kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang menyimpan potensi alam yang belum tersentu secara maksimal mulai dari objek wisata Air terjun sampai ke potensi sumber alam Holtikultura

Hal ini disampaikan Camat Motoling Barat ( Motbar ) Ruddy S Liow SPd saat menerimah media ini di kediamannya Senin ( 03/06/2019 ) mengaku bersyukur kepada Tuhan atas kepercayaan jabatan Camat Motbar melalui Bupati DR.Christiany Eugenia Paruntu SE , dirinya belum setengah Tahun ada diposisi ini tapi sudah bisa melihat nilai dan potensi besar di wilayahnya

" Kemarin kita galakan kelompok bersama untuk mengolah potensi Holtikultura yang didalamnya ada Rica, Sayur , Bawang dan potensi lain juga berupa Objek wisata Air Terjun yang tidak kalah dari daerah lain, karena selain Air terjunnya kami sementara memikirkan infrastruktur penunjang seperti Tempat santai, Tempat bisnis seperti warung dan lainnya. Imbuh Liow

Lanjut Camat yang murah senyum ini justru di air terjun ini juga bisa diberdayakan yang namanya Penampung Cadangan Listrik dari Turbin sedarhana bahkan modern juga bisa dan ini sudah perna ada.

Adapun objek wisata air Terjun Winosirang atau juga Winosirang Waterfall terlihat spektakuler dengan daya tarik yang exsotis karena Ada potensi alam air terjun yang sangat indah dan ada yang bertangga, dan berkolam air yang bisa berendam sedangkan ketinggian pada tingkat bawah mencapai 15 meter ini terletak di Desa Toyopon, Kecamatan Motoling Barat.

Salah satu penggiat lingkungan Vidi Wowor sekaligus sebagai pemerhati Objek wisata ini pada akun resmi miliknya mengakui potensi wisata ini sangat menjanjikan untuk dikembangkan bahkan menurut Vidi wisata air terjun ini menjadi daya tarik wisatawan manca negara
Meski jalan untuk menuju lokasi masih alami dari tanah. Sehingga wisatawan yang datang harus ekstra hati-hati ketika berjalan di tanah karena licin.jelas Vidi dilancir dari media online biro Minsel.
( Vandytrisno )

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Senin, 03 Juni 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional