Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Menag Resmi Buka STQ Nasional XXV Tahun 2019

Kafilah Sulut di Pembukaan STQ Nasional XXV Tahun 2019.

Pontianak, detiKawanua.com - Seleksi Tilawatil Quran XXV Tingkat Nasional di Kota Pontianak resmi dibuka Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. 

Ratusan ribu warga 'kota harapan katulistiwa', tumpah ruah menyaksikan acara pembukan yang berlangsung 2 tahun sekali itu diikuti  34 provinsi dengan jumlah 2500  peserta dan offisial.

Kafilah Sulawesi Utara berkekuatan 30 orang peserta dipimpim Ketua Kafilah Drs Hi Ulyas Taha selaku Sekum LPTQ Sulut, Bendaihara Umum LPTQ Sulut Hi Abubakar Idrus ST, mendapat aplaus dari warga Pontianak ketika defilei berlangsung, Sabtu (29/06/2019).

Kakanwil  Kemenag Sulut Dr Hi Abdul Rasyid MAg yang turut serta dalam acara tersebut,  berharap  kafilah Sulut harus mampu meraih target  3 medali emas.

Gubernur Kalbar dalam sambutannya menargetkan 50.000 hafidz harus ada di Kalbar.

Menteri Agama RI dalam pembukaan mengatakan, mari kita jadikan al-Qur'an sebagai tuntunan anak bangsa sekaligus dijadikan forum silaturahmi bangsa. 

Corak Islam Indonesia, kata menteri, telah memperlihatkan corak beragama yang beragam. Nilai-nilai Islam selalu memperlihatkan sifat kasih sayang dan saling hormat menghormati yang dirajut lewat  kasih sayang dan saling sayang menyayangi.

Di  Kalbar, lanjut menteri, ragam beragama sangat terjaga dengan baik bahkan memiliki sifat toleran yang  sangat tinggi.

"Sebagai contoh dalam pelaksanaan STQ ini, toleransi yang dipertontonkan kepada masyakat sangat bagus dan elok," tegas Lukman Hakim.

Sekarang ini, kata Lukman, perkembangan baca al-Qur'an ada di mana-mana termasuk ada di tv, radio dan di acara-acara lainnya. Karena itu dirinya meminta, jangan al-Qur'an hanya dijadikan sebagai hiasan semata termasuk hanya dipajang di dalam lemari.

"Al-Qur'an adalah nafas kehidupan bangsa ini. Bahkan sekarang ini sudah dijadikan mode sebagai mahar dalam perkawinan," kata Menteri Lukman.

"Perlu diingat, Indonesia sekarang ini sangat diperhitungkan oleh banyak negara, sebab Indonesia selalu meraih juara di tingkat dunia," terangnya. 

Oleh sebab itu, menteri mengingatkan, agar senantiasa kita semua wajib menjaga nilai-nilai dan  tujuan dari pelaksanaan STQ ini.

Pembukaan STQ ini, ditutup dengan tembakan 25 kali dentuman meriam kayu yang terbuat dari kayu ulin yang panjangnya hampir 10 meter. 

(*/Indra)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Minggu, 30 Juni 2019 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional