Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Advertise with Anonymous Ads

Demi Keluarga, Ini Kisah Suami Istri yang Jadi Driver Grab

Fahrul dan Yeni, suami-istri yang jadi driver GrabBike.

Pontianak, detiKawanua.com - Sebagai everyday superapp yang telah lama eksis di Indonesia, kesuksesan Grab tak terlepas dari kerja keras para mitra pengemudinya di 222 kota dari Sabang hingga Merauke.

Selain itu, Grab berhasil menciptakan lapangan pekerjaan baru, berdasarkan fakta bahwa dari 38 persen mitra pengemudi GrabBike sebelum bergabung mereka tidak memiliki pendapatan tetap.

Bukan melulu soal pendapatan, banyak kisah unik dari pengemudi Grab yang bisa menjadi inspirasi dan memotivasi sesama. Satu di antaranya adalah kisah pasangan pasang suami istri Fahrul dan Yeni. Keduanya merupakan pengemudi GrabBike. Fahrul dan Yeni berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat.

Bermula dari keputusan Fahrul meninggalkan pekerjaan sebagai guru honorer, Ia kemudia mendaftar untuk menjadi mitra pengemudi GrabBike di Pontianak pada September 2017 silam.

Tak disangka, sang istri yang memang biasa mengemudi sepeda motor, pun memutuskan ikut bergabung menjadi mitra pengemudi GrabBike pada Februari 2018. Keputusan ini diambil karena desakan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Mereka tidak hanya memikirkan ‘makanan sehari-hari’ tapi biaya sekolah 3 anak mereka, supaya mendapat pendidikan yang layak dan masa depan yang lebih baik. Itu pula yang menjadi alasan mengapa Yeni sang istri ikut bekerja.

Profesi Fahrul dan Yeni sama tetapi mereka kompak dalam melaksanakan kewajiban sebagai orang tua. Mereka membagi tugas dan tentu saja sistem kerja di GrabBike yang fleksibel membuat mereka berdua bisa membagi waktu antara tanggung jawab pekerjaan dan keluarga.

"Setiap pagi saya mulai bekerja dengan mengambil order-an, sementara itu Yeni akan mengantarkan anak-anak ke sekolah dulu. Nah, sebaliknya, saya akan menjemput anak-anak setelah selesai sekolah. Yeni bisa tetap fokus ‘narik sore harinya. Itulah enaknya gabung sama Grab, kami bisa mengatur jam kerja kami sendiri dan menyesuaikannya dengan aktivitas yang lain," ungkap Fahrul kepada pewarta, sesuai siaran pers Grab, Senin (17/06/2019).

Saat ini, Fahrul dan Yeni juga bergabung dalam komunitas ojek online, Keluarga Besar Grab Pontianak (KBGP). Komunitas ini sudah ada sejak 2018.

KBGP sudah memiliki kurang lebih 30 mitra pengemudi GrabBike di Pontianak dan sekitarnya. Fahrul dan Yeni secara rutin melakukan aktivitas sosial bersama komunitas ini.

"Komunitas kami seringkali mengadakan kegiatan sosial. Kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat seperti kunjungan ke panti asuhan, ikut dalam kegiatan donor darah di rumah sakit, dan masih banyak lagi," tutur Fahrul.

Selain itu, setiap hari Jumat, bersama komunitas ini mereka menjalankan program khusus yang diberi nama ‘Jumat Berkah’.  Dijelaskan Yeni, jika program ini berupa pengumpulan sumbangan yang tidak ditentukan jumlahnya.

"Biasanya (menyumbang) sekitar IDR 10.000 – IDR 50.000 per orang. Total dari dana ini akan dipakai sebagai donasi kepada masyarakat yang membutuhkan baik bentuk uang atau barang," ungkap Yeni.

Fahrul mengatakan penghasilan ia dan Yeni sebagai mitra pengemudi Grab tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan keluarga tetapi juga bisa membantu sesama, masyarakat.

"Kami berharap bantuan dari komunitas kami bisa saling menguatkan, mendukung, serta meringankan beban teman-teman yang membutuhkan," ucapnya.

Perlu diketahui, Fahrul dan Yeni merupakan 2 dari 5 juta wirausahawan mikro yang bergabung di ekosistem Grab. Berdasar hasil penelitian Riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, Grab sudah berhasil meningkatkan rata-rata pendapatan mitra pengemudi GrabBike yaitu sebanyak 113 persen.

Kini, Era disrupsi membuka kesempatan bagi para pekerja informal untuk mendominasi jumlah angkatan kerja di Indonesia. Pemanfaatan teknologi yang efektif membuat Grab mampu meningkatkan peluang pendapatan bagi wirausahawan mikro di sektor informal. Selain itu, melalui ekosistem yang baik diharapkan Grab akan membantu peningkatan potensi pendapatan dan memperbaiki kualitas hidup banyak orang.

(*/Indra)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Kamis, 20 Juni 2019 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional