Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Jadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila, Gaghana Kenakan Jas Hitam

Tahuna, detikawanua.com - Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Jabes E Gaghana SE ME, ia pada Sabtu (1/6/2018), menjadi inspektur upacara (irup) peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Papanuhung Santiago Tampungan Lawo

Pengamatan detikawanua , upacara dimulai pukul 08.00 WIB. Diketahui, kebiasaan ini dilaksanakan semenjak tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila dan diadakan upacara bendera. Dalam upacara tersebut, Gaghana membacakan teks Pancasila. Tampak hadir Gubernur Besar Statistika Prof Dr. Ir. Jhon S Kekenusa MS Porkopinda, Pimpinan OPD, TNI, Polri, ASN, Pelajar.

Gaghana membacakan sambutan Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yakni Plt Kepala BPIP Hariyono, dikatakannya "perkenankan saya akan membacakan sambutan kepala Badan Pembina ideologi Pancasila peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni 2019 pada pagi hari ini Sabtu 1 Juni 2019 kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita dapat berkumpul dan mengadakan upacara untuk memperingati hari kelahiran Pancasila.
"Pancasila mampu menyatukan kita semua sebagai satu bangsa dan hidup dalam negara kesatuan Republik Indonesia sebagaimana yang sudah kita ketahui semua bahwa kondisi geografis yang memposisikan wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan makin memperkokoh konsep dan keyakinan akan tanah air Indonesia kesatuan gugusan pulau yang berada diantara dua samudra Pasifik dan Hindia serta diantara dua benua Asia dan Australia," kata Gaghana.

Lanjutnya, hal ini menunjukkan bahwa kita sebagai bangsa memiliki ruang hidup tanah air sebagai satu kesatuan ada relasi yang berpaduan antara darat dan laut yang saling menguatkan sebagaimana dalam konsep wawasan nusantara di wilayah nusantara tumbu flora dan fauna yang beragam secara natural merupakan karakteristik dari ke Indonesia demikian pula secara antropologis dan sosiologis keberagaman ras etnis agama kepercayaan dan budaya yang ada di Indonesia.

"Pancasila sebagai dasar negara ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para pendiri bangsa merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai Pancasila kita akui bahwa eksistensi keindonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai negara masih dapat bertahan hingga kini," ujarnya.
Tamba dia, Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan keberagaman kondisi geografis flora fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat hidup dalam bingkai kebangsaan yang proses internalisasi sekaligus pengalaman nilai-nilai Pancasila diperjuangkan secara terus-menerus Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. (js)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Sabtu, 01 Juni 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional