Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Program 2019, Pemda Targetkan Ratusan Mahasiswa Masuk Anak Asuh

Kepala DPPKAD Boltim, Oscar Manoppo.

Boltim, detiKawanua.com - Guna peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah Daerah (Pemda) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), menargetkan bantuan studi kepada 500 mahasiswa untuk diakomodir dalam program anak asuh tahun 2019 ini.

Terkait program dimaksud, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Boltim, Oskar Manoppo SE MM mengatakan, mulai tahun ini Pemda Boltim telah menyiapkan anggaran sekira Rp 2,5 miliar untuk bantuan studi mahasiswa.

Menurutnya, program anak asuh diberlakukan guna menopang kebutuhan mahasiswa setiap tahunnya. Pemda menjamin setiap kebutuhan semester mahasiswa selama 4 tahun atau delapan semester.

"Jika sudah resmi terdaftar sebagai mahasiswa, maka sudah berhak menerima bantuan atau masuk program anak asuh Pemda," katanya.

Saat ini, sudah ada sekitar 166 mahasiswa yang mendapatkan rekomendasi sebagai anak asuhnya Pemda Boltim. Rekomendasi diberikan menyusul telah dilakukannya verifikasi berkas permohonan, yang diajukan oleh mahasiswa kepada Bupati Boltim.

"Kita target 500 mahasiswa untuk tahun ini. Berkas masuk sudah 166 orang, kita tinggal menunggu permohonan dari lainnya," ujar Oskar kepada sejumlah awak media.

Dia berharap, semua mahasiswa tanpa terkecuali agar segera mengajukan berkas permohonannya ke DPPKAD Boltim. Sebab, program anak asuh sangat diprioritaskan bagi mahasiswa kurang mampu.

"Beberapa desa sudah memasukan nama-nama mahasiswa, namun dari nama tersebut diharapkan supaya segera mengajukan berkas permohonan agar dapat terakomodir," terangnya.

Dirinya menambahkan, sebagai syarat pengajuan, bahwa setiap mahasiswa wajib memasukan berkas berdasarkan syarat sebagai anak asuhnya Pemda Boltim.

"Setiap mahasiswa wajib melampirkan Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Mahasiswa, KRS, KHS, Surat Keterangan Aktif Kuliah, dan surat keterangan tidak masuk pada program bidik misi kemahasiswaan," papar Oscar, Rabu (08/05/2019) siang tadi.

"Semua mahasiswa berhak mendapatkan bantuan studi, baik itu semester satu ataupun semester delapan akhir. Setiap tahun mahasiwa aktif kuliah akan menerima Rp 5 juta selama 4 tahun berjalan," pungkasnya.

(Fidh)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Rabu, 08 Mei 2019 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional