Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

DLH Boltim Lakukan Pemantauan Kualitas Sumber Air 6 Sungai

Kepala DLH Boltim, Sjukri Tawil.

Boltim, detiKawanua.com - Guna mengakomodir hak masyarakat, sebagaimana telah diatur dalam Pasal 30 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran, bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan informasi mengenai status mutu air dan pengelolaan kualitas air serta pengendalian pencemaran air, maka Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) akan melakukan pemantauan terhadap kualitas sumber-sumber air yang ada di Boltim.

Dituturkan Kepala DLH Boltim, Sjukri Tawil, untuk pemantauan kualitas sumber air sebenarnya merupakan kegiatan yang rutin yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup Bolaang Mongondow Timur sejak tahun 2017 lalu.

Namun, kata Dia, berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana hanya ada 3 sungai yang dipantau. Nah, pada tahun 2019 ini ada 6 sungai yang akan dipantau oleh DLH Boltim, yakni sungai desa Buyat, sungai Kotabunan, sungai Desa Paret, sungai Desa Motongkad, sungai Desa Molobog, dan sungai di Modayag.

"Ada sejumlah sungai terdapat di masing-masing desa yang akan kita pantau, di tahun ini," jelas, Sjukri saat disambangi di ruang kerjanya.

Selain sungai, lanjut dikatakannya, pada tahun ini DLH Boltim juga akan memantau kualitas air danau Bunong, air danau Moat, air PAM Kotabunan, dan air sumur penduduk yang ada di Bulawan.

"Iya, kita juga pantau kualitas air danau. Melalui pemantauan ini, DLH Boltim akan memperoleh data yang dibutuhkan guna penyusunan kebijakan pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air di Bolaang Mongondow Timur," bebernya.

Jika status mutu air dalam kondisi baik (tidak tercemar), kata Sjukri, maka upaya untuk mempertahankan atau meningkatkan kualitas air perlu dilakukan.

"Sebaliknya jika status mutu air berada dalam kondisi cemar, dibutuhkan upaya penanggulangan dan pemulihan," kata Sjukri Jumat (03/05/2019) siang tadi.

Adapun waktu pemantauan (pengambilan sampel air-red) akan ditetapkan secara acak dan mendadak.

(Fidh)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Jumat, 03 Mei 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional