Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Barisan Milenial KMA Sulut: Ramadhan Momentum Rekonsiliasi Rakyat Untuk Kemajuan Bangsa

Suasana diskusi Barisan Milenial KMA Sulut beberapa waktu lalu. 

Minahasa,  detiKawanua.com - Bulan Ramadhan ini, adalah momentum rekonsiliasi bagi rakyat untuk kemajuan bangsa Indonesia, pasca Pemilu 2019.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Barisan Milenial KMA Sulawesi Utara (Sulut), saat menghadiri acara Doa Bersama dalam rangka penyambutan Bulan Suci Ramadhan 1440 H, yang digelar mahasiswa-mahasiswa di Tondano, Minggu (5/5/2019) pekan lalu. 

Saba, sapaan akrab Ketua Barisan Milenial KMA Sulut menuturkan, memang banyak efek setelah perhelatan demokrasi 17 April 2019 usai, yang masih menyisakan berbagai problem di tengah rakyat Indonesia. Namun, pada momentum Ramadhan ini, marilah kita kembali perkuat silaturahmi

"Mari kita berekonsiliasi untuk kemajuan Nusantara. Proses Pemilu 2019 yang telah berlangsung, kita percayakan pada para penyelenggara untuk menyelesaikannya," ujarnya kepada media ini. 

Lebih lanjut dikatakannya, persoalan adanya 'mosi tidak percaya' kepada para penyelenggara, harus dibuktikan dengan fakta-fakta di lapangan.

"Adanya isu 'people power' untuk mendelegitimasi penyelenggara pemilu, adalah sesuatu yang keliru," tegasnya. 

"Tuduhan-tuduhan adanya kecurangan oleh salah satu paslon, yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif, itu harus betul-betul dibuktikan," tambahnya. 

Karena itu dirinya selaku Ketua Barisan Milenial KMA Sulut, mengimbau kepada semua elemen bangsa, mari kita percayakan kepada penyelenggara pemilu untuk melaksanakan proses tahapan-tahapan perhitungan hasil Pemilu 2019 sampai selesai. 

"Kalaupun ada indikasi-indikasi kecurangan, jangan mengadu di medsos, silakan untuk menempuh jalur hukum yang ada," pungkasnya. ***

(Indra)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Rabu, 08 Mei 2019 , , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional