Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Mei Mendatang, Dinsos Boltim Bakal Salur Bantuan Sosial

Kepala Dinsos Boltim, Rudi S Malah.

Boltim, detiKawanua.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Dinas Sosial (Dinsos) tahun ini bakal menyalurkan sejumlah bantuan sosial untuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE), bantuan kepada wanita rawan sosial, dan wanita lanjut usia (Lansia).

Rencana pemberian dan penyaluran bantuan tersebut, seperti dikatakan Kepala Dinsos Boltim, Rudi S Malah, bahwa tahun ini kita berikan bantuan KUBE 30 kelompok dengan anggaran Rp 600 juta APBD, terbagi di seluruh kecamatan.

"20 juta per kelompok. Untuk penyaluran kita sesuaikan dengan permintaan kelompok, di antaranya alat pembuat kue, alat perbengkelan, dan alat tukang jahit. Minimal 1 kelompok 10 orang. Untuk penyaluran kemungkinan bulan depan " terang Rudi di ruang kerjanya.

Tahun ini juga, Rudi katakan, untuk wanita rawan sosial akan diberikan berupa mesin jahit, 4 buah mesin jahit bagi 4 kelompok. Serta 4 kelompok perbengkelan dengan peralatan bengkel.

"Total dananya Rp 85 juta APBD, yakni 4 mesin jahit dan 4 kelompok perbengkelan (alat bengkel-red)," kata Rudi mejelaskan.

Untuk bantuan lanjut usia (Lansia) Rp 1 juta per satu orang lansia. Rencananya, kita salurkan awal bulan Mei. Dan jika sudah mendekati Hari Raya Idul Fitri mendatang, maka diberikan lagi Rp 1 juta.

"Iya setahun 2 kali kita berikan bantuan kepada lansia. Totalnya Rp 2 juta dalam setahun. Jumlah data lansia ada sekitar 1500 orang. Nah, dalam setahun jumlah anggaran bantuan Rp 3 miliar. Aturannya guna mendapatkan bantuan, lansia harus mempunyai KTP selanjutnya membuat rekening. Sebab, penyaluran bantuan melalui rekening masing-masing lansia. Saya imbau, jika mendapatkan bantuan dari pemerintah maka manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya, jangan dijual," papar Rudi sembari mengimbau, Kamis (11/04) siang tadi.

(Fidh)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Kamis, 11 April 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional