Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Lapas Tahuna Diduga Salahi Aturan?

Tahuna, detikawanua.com - Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe sangat menyesalkan Keputusan sepihak oleh Kalapas Klas 2 B Tahuna yang membebaskan Terdakwa kasus Perlindungan Anak Menyer Lumombo kelahiran Bitung 30 Tahun yang berdomisili di Kampung Tola Tabukan Utara.

Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe M. Irwan Datuiding SH,MH melalui Kasi Pidum Arif Yuli Harianto SH membenarkan hal tersebut. Menurutnya, terdakwa yang seharusnya di Sidang pada Kamis (04/04) siang tadi, justru tidak hadir karena telah dibebaskan demi hukum oleh pihak Lapas pada Jumat 29 Maret 2019 dengan dasar tidak mengantongi Surat Pepanjangan Penahanan dari Pengadilan Negeri Tahuna. Padahal Surat perpanjangan penahanan sudah dilayangkan oleh Pengadilan ke pihak Lapas tertanggal 21 Maret 2019 dengan bukti penerimaan dari petugas Lapas Tahuna.

Kata Arif Yuli, hal ini sangat mempengaruhi proses hukum bagi terdakwa apalagi sebelum dibebaskan oleh pihak lapas terdakwa meyer lumombo sudah mendengar tuntutan terhadap dirinya dalam perkara dimaksud.

Lanjut dikatakanya, yang seharusnya ada koordinasi dari pihak Pengadilan sebagai instansi yang menahan terdakwa, yang anenya surat itu tidak tau kemana, sehingga taunya pak Kalapas katanya tidak ada surat perpanjangan penahanan karena itulah kalapas langsung membebaskan terdakwa.

"Yang sangat disesalkan kenapa tidak dikoordinasikan terlebih dahulu. Masalahnya terdakwa sudah mendengar tuntutannya 8 tahun 6 bulan, masa iya dia mau balik, palingan kabur. karena hari ini sidang saja terdakwanya tidak ada. katanya sudah mau dijemput pihak lapas tapi Sidang hari ini terdakwa tidak ada," ujar Arif Yuli.

Via Telpon Kalapas Klas 2 B Tahuna Alfonsus Wisnu Ardianto mengakui pihaknya lalai dalam hal register. Menurutnya, sebelumnya pihak Lapas sudah berkoordinasi namun surat perpanjangan penahanan terdakwa tidak diterima sampai batas akhir penahanan sehingga dirinya memutuskan untuk membebaskan terdakwa merasa bertanggungjawab atas kelalaian tersebut saat ini pihak lapas bekerjasama dengan Polsek Tabukan Utara untuk mencari terdakwa.

"Iya saya sudah ditelpon oleh pak Kajari dan saya memohon maaf yang sebesar - besarnya atas kelalaian ini. menurut Pengadilan surat sudah di kirim ke kita tanggal 21 tapi saya belum menerima surat itu sehingga saya mengambil keputusan. yah untuk selanjutnya kami akan berbenah dan sementara ini saya sudah perintahkan petugas untuk menjemput kembali terdakwa sesuai dengan alamat domisili yang tertera dalam berkas perkara," ungkap Wisnu Ardianto

"Kurangnya koordinasi dari pihak Lapas Klas 2 B Tahuna dalam proses penegakan hukum akan beakibat fatal bagi pihak kejaksaan karena ketika terdakwa tidak ditemukan atau lari berkas perkara akan dikembalikan oleh pengadilan disayangkan hal ini sudah dua kali terjadi di Lapas Klas 2 B Tahuna hingga berita ini diturunkan Terdakwa Menyer Lumombo belum diketahui keberadaannya," kuncinya. (js)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Kamis, 04 April 2019 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional