Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Lakukan Kunker di Sulut, Ketum Dekranas RI 4, Mufidah Suport Perkembangan Kerjinan dan Budaya Sulut

Kehadiran Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Hj Mufidah Jusuf Kalla disambut antusias para pengrajin yang tergabung dalam Dekranasda Provinsi Sulut.

Manado, detiKawanua.com - Dalam melaksanakan agenda kunjungan kerja (Kunker) ke Provinsi Sulut pada Kamis (11/04) siang, isteri Wakil Presiden (Jusuf Kalla) yakni, Hj. Mufidah Jusuf Kalla yang juga merupakan Ketua Umum disambut hangat Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, SE bersama Ketua

Pada kesempatan ini, isteri tercinta dari Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mendorong para pengrajin yang ada di Bumi Nyiur Melambai untuk mempertahankan identitas tradisional agar nuansa warisan budaya tetap harmoni.
Ketua Umum Dekranas, Hj Mufidah Jusuf Kalla, saat menyampaikan sambutan di Graha Bumi Beringin.

“Untuk itu kami sangat mengharapkan Dekranasda Provinsi Sulut dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi perajin dengan menggali motif-motif khas Sulut, di samping untuk meningkatkan daya saing juga untuk mempertahankan warisan budaya atau untuk mempertahankan kreativitas lokal,” kata Mufidah pada kunjungan kerja dan rapat kerja daerah di Graha Bumi Beringin, Kamis (11/4/2019).

Mufidah juga mengharapkan  pengurus Dekranasda Provinsi Sulut untuk bekerja keras, dengan meningkatkan kemampuan sumber daya yang ada.

“Hal itu untuk menghasilkan produk kerajinan yang berdaya saing, dengan melakukan inovasi dan diversifikasi produk sesuai perkembangan trend. Karena desain produk kerajinan saat ini sangat cepat berubah. Untuk itu diperlukan inovasi dan pemanfaatan teknologi perlu ditingkatkan,” tandasnya.
Ketua Umum Dekranas, Hj Mufidah Jusuf Kalla, saat melakukan dialog.

Ditambahkan Mufida, pertumbuhan industri kerajinan berkembang sangat baik di hampir seluruh pelosok tanah air dan sangat bervariasi. Dari skala mikro sampai skala menengah, beberapa produk kerajinan Indonesia sudah dapat bersaing di pasar mancanegara yang persaingannya semakin berat.
“Kunjungan kerja ini saya didampingi pengurus Dekranas. Mudah-mudahan dapat membantu meringankan permasalahan yang dihadapi oleh Dekranasda Sulut. Akhirnya saya berharap produk kerajinan Provinsi Sulut dapat lebih berkembang dan lebih maju yang dapat meningkatkan taraf hidup perajin,” sebut Mufidah.

Ditambahkannya, pada September 2019 nanti, Dekranas bakal menyelenggarakan dua event penting, yaitu pameran kriyanusa.

“Hendaknya Dekranasda Provinsi Sulut dapat menampilkan karya terbaik hasil binaannya. Mudah-mudahan dapat menampilkan kreasi-kreasi baru hasil inovasi,” imbuhnya.
Ketua Dekranasda Provinsi Sulut, Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, saat menyampaikan laporan.

Ketua Umum Dekranas, Hj Mufidah Jusuf Kalla bersama Ketua Dekranasda Sulut, Ir Rita Dondokambey Tamuntuan melihat langsung kerajinan Deskranasda Sulut.

Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulut, Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan dalam laporannya menyampaikan kegiatan Dekranasda telah mendorong pengembangan industri kecil menengah, yaitu kerajinan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan pengrajin. Sekaligus penguatan perekonomian daerah, regional maupun nasional.

Kreativitas Dekranasda Provinsi Sulut, ungkap Rita, terus dilakukan. Hal itu dapat dilihat dari pengembangan bahan baku serat pisang abaka menjadi produk unggulan Provinsi Sulut.
Rombongan Dekranas bersama Dekranasda provinsi/kabupaten/kota.

“Bagi masyarakat umum Dekranasda juga melaksanakan pendampingan bagi IKM kerajinan berorientasi ekspor yang bekerja sama dengan Badan Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan RI guna mempromosikan produk kerajinan melalui beberapa pameran,” kata Rita.

Sebelumnya Dekranasda juga telah menggelar pameran dalam rangka Hari Keluarga Nasional di Manado. Dan tahun 2018 juga dilakukan pameran Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental, pameran kain khas daerah pameran Kriyanusa dan fashion show yang dirangkaikan dengan Rakernas Dekranas di Jakarta.

Ketua Dekranasda Provinsi Sulut, Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, saat turun melihat pameran kerajinan.

“Dekranasda sudah melaksnakan pameran pembangunan, fashion show, Festival Indonesia di Jepang dan pameran dagang di Jerman yang diselenggarakan oleh perkumpulan masyarakat Indonesia yang ada di Jerman serta pameran di Milan Italy,” ujar Rita dalam laporannya.

Sebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE menyampaikan terima kasih kepada Mufidah.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey memberikan sambutan.

“Terima kasih atas kesediaan Ibu Mufidah yang sudah menyatu dan bersilaturahmi dengan segenap pengurus Dekranasda provinsi kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Utara, yang akan memperkuat sikap dan komitmen bersama untuk menjaga eksistensi dalam pembangunan daerah bangsa dan negara,” kata Olly.

Kepada Mufidah, Olly menyampaikan secara singkat gambaran Provinsi Sulawesi Utara, sebagai salah satu provinsi kepulauan yang memiliki 287 pulau, 59 pulau yang berpenghuni dan 228 belum berpenghuni, 12 pulau terluar dan dua diantaranya berada di perbatasan langsung dengan negara Filipina.

“Secara geografis posisi Sulawesi Utara berada di bibir Pasifik yang sangat efektif untuk perdagangan regional dan internasional. Sehingga dengan dukungan produk-produk yang ada di Provinsi Sulawesi Utara yang sangat bervariasi dengan adat dan suku turut menunjang pariwisata,’ tandasnya.
Ketua Umum Dekranas disambut Gubernur Sulut.

Olly juga membeber peningkatan kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir.

“Kunjungan wisatawan akhir tahun terus meningkat. Setiap bulannya kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15.000  di tahun 2019. Sehingga produk Dekranasda yang berupa cenderamata dapat dibawa oleh turis,” ungkap Olly.
Turut hadir, Pengurus Dekranas dan Dekranasda Sulut, anggota TP PKK Sulut, para Isteri Forkopimda, serta sekretaris jenderal dan para pejabat di lingkungan pemerintah pusat, provinsi dan daerah.

(Advetorial Humas dan Protokol Setdaprov Sulut)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Kamis, 11 April 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional