Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Makapuas : Copot Kadepot Pertamina Tahuna

Tahuna, detikawanua.com - Buntut terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak  jenis Minyak Tanah (MT) di Kabupaten Kepulauan Sangihe, membuat warga  dirugikan pasalnya, dari pihak Depot Pertamina Tahuna tidak pernah menyampaikan kepada masyarakat, apa penyebab terjadinya kelangkaan MT yang sudah berlangsung dua pekan itu.

Operation Head PT Pertamina (Persero) Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), Tahuna,  Ambotang, menolak kehadiran para awak media yang hendak melakukan konfirmasi terkait kelangkaan MT.

Sikap tertutup Ambotang terhadap Sejumlah media, kemudian memunculkan reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat Kabupaten Sangihe.

“Alasannya dia (Ambotang, Red), tidak mau ditemui wartawan yang akan melakukan konfirmasi terkait kelangkaan minyak tanah. Mestinya dia memberikan penjelasan kepada media agar masyarakat tidak menjadi resah. Kalau perangai seorang pimpinan BUMN seperti itu, sebaiknya dicopot saja dan diganti dengan pejabat yang lebih profesional,” ujar salah satu tokoh masyarakat Tahuna Timur, Ferry Makapuas, kepada wartawan,

Makapuas menambahkan, pihaknya akan menyurat ke Kantor PT Pertamina Manado dengan tembusan PT Pertamina di Makasar, soal buruknya kinerja Ambotang.

Sementara itu, pihak Pemerintah Daerah melalui Kepala Bagian Ekonomi Setda Sangihe, Johanis Pilat, saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya, " jika pihaknya sudah melaksanakan rapat bersama dengan Ambotang selaku OH PT Pertamina (Persero) TBBM Tahuna.

“Yang bersangkutan memberikan penjelasan bahwa terjadinya kelangkaan BBM jenis MT, disebabkan adanya gangguan instalasi untuk minyak tanah, sehingga proses suplai minyak tanah ke sejumlah pangkalan di wilayah Kepulauan Sangihe, terhambat, karena pengisian minyak tanah ke mobil tangki dilakukan langsung dari kapal tangker,” ujar Pilat.

Disinggung soal minyak tanah bercampur bensin, Pilat menyatakan bahwa sesuai penjelasan dari Ambotang sendiri, bahwa memang ada zat yang tercampur pada minyak tanah untuk masyarakat. Namun dia (Ambotang) tidak menjelaskan zat apa yang tercampur itu.

Pilat juga menjelaskan, akibat kelangkaan minyak tanah, pihaknya telah menerima banyak keluhan dari warga dari sejumlah wilayah, dimana mereka terpaksa menggunakan kayu bakar untuk memasak. (js)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 15 Maret 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional