Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Warga Desak Gakkumdu dan Siap Kawal Proses Kasus FER Caleg Nasdem

Manado, detiKawanua.com - Dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oknum Caleg Partai Nasdem untuk DPR RI, Felly E. Runtuwene (FER) tentang penyebaran bahan kampanye di Kampus Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano, Senin lalu, saat ini tengah ditangani Sentra Gakkumdu (Penegak Hukum Terpadu) Kabupaten Minahasa, mendapat desakan serius dari warga Minahasa yang meminta pihak Gakkumdu secepatnya menuntaskan kasus tersebut karena dinilai sangat mencoreng institusi pendidikan pendidikan di Unima.

Salah satunya Dino Sekoh yang merupakan tokoh pemuda mendesak Gakkumdu secepatnya menyelesaikan dan transparan dalam penanganan kasus tersebut.

"Jika terbukti sengaja berkampanye dengan membagikan alat-alat yang mengandung kampanye di lembaga pendidikan, apalagi jika terjadi dugaan money politic di wilayah kampus, maka itu sanksinya berat hingga harus diskualifikasi agar bisa menjadi pembelajaran bagi Caleg lainnya," ujar Dino.

Hal yang sama juga diungkapkan Reajen L (pemuda Tondano) pun mendesak Gakkumdu agar secepatnya dan transparan dalam penanganan dugaan pelanggaran kampanye oknum Caleg Nasdem Felly.

 "Sudah jelas-jelas ada pembagian alat kampanye berupa alat tulis pulpen dan jam dinding berwarna biru dengan logo partai (Nasdem) lengkap tertulis nama Caleg Felly Estelita Runtuwene No 5, pada mahasiswa Unima yang akan KKN," terang Reajen.

"Secara kasat mata yang bersangkutan sudah terbukti bersalah, jadi Gakkumdu harus secapatnya menuntaskan dan transparan dalam penanganan kasus ini," tegasnya lagi sembari mengatakan para pemuda Minahasa akan ikut mengawal penanganan kasus ini.

Sementara itu melalui pengamat politik, Taufik M. Tumbelaka, menilai bahwa pihak pimpinan Unima harus ikut bertanggung-jawab ketika dugaan pelanggaran kampanye dari oknum Caleg Felly Runtuwene.

"Menurut saya pihak Unima juga tidak boleh lepas tangan. Bagaimanapun kehadiran ibu Felly berdasarkan undangan resmi. Ibarat tamu saya undang ke rumah, ketika terjadi masalah maka saya sebagai tuan rumah ikut bertanggung-jawab," jelas Tumbelaka.

Sebelumnya juga pekan lalu telah ada pernyataan dari Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda bahwa telah rapat Sentra Gakkumdu yang terdiri dari unsur Bawaslu, penyidik Polri serta Jaksa, dimana hal itu sementara dilakukan pendalaman dan penyelidikan.

“Pendalaman dan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan kepada pelapor, terlapor, saksi dan pihak-pihak terkait termasuk pemeriksaan ahli,” jelas Herwyn Malonda.

Adapun oleh oknum Caleg Felly Runtuwene kepada wartawan dalam klarifokasinya telah membantah melakukan pembagian peralatan kampanye pada mahasiswa KKN Unima.

Diketahui kasus tersebut diduga terjadi saat Felly Runtuwene dipercayai sebagai pembicara di pembekalan ribuan mahasiswa Unima yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Auditorium Unima, Senin (28/01/2019) lalu, yang kronologinya terjadi (pembagian atribut kampanye) itu disaat sesi dialog yang dibagikan kepada para peserta (mahasiswa Unima yang hadir saat itu).

(IsJo/*)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 05 Februari 2019

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional