Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Tiga Kali Mangkir Panggilan Penyidik, TSK SK Masih Melenggang Bebas

Tahuna, detikawanua.com - Setelah dilakukan penyelidikan dan mengantongi keterangan ahli bahasa,Satuan Reskrim Polres Sangihe menetapkan SK alias Onya sebagai tersangka kasus penyebaran ujaran kebencian melalui media sosial. Diketahui bersama bahwa tersangka SK sudah mendapat tiga kali panggilan tetapi sampai sekarang belum juga memenuhinya dan sekarang keberadaan Tersangka yang ada diseputaran Tahuna terkesan ada pembiaran oleh penegak hukum.

"Kami ketahui bahwa SK sudah beberapa kali mangkir dari panggilan kepolisian sejak ditetapkan sebagai Tersangka, jika memang hukum tak pandang bulu dan masalah ini apa namanya jika ada pembiaran terhadap tersangka yang mangkir dari panggilan,"sembur beberapa warga tahuna yang sering melihat keberadaan tersangka di wilayah hukum polres sangihe. Dari berbagai opini yang timbul di masyarakat bahwa tersangka belum ditahan karena saat ini yang bersangkutan masih berstatus calon legislatif dari salah satu partai penguasa.

"Kami juga mendengar belum ditahannya tersangka ini karena posisinya termasuk dalam salah satu partai penguasa. Padahal penyidik sudah siap melakukan penahanan dan belum ada perintah dari atasan,"ungkap Irvan Makawewe salah satu aktivis hukum di sangihe.

Menanggapi hal tersebut Kapolres Sangihe AKBP Sudung Ferdinan Napitu melalui Kasat Reskrim Iptu Angga Maulana SIK SH saat ditemui harian ini menyatakan dirinya belum mempelajari kasus  penetapan tersangka kasus ujaran kebencian,karena baru bertugas di Polres Sangihe.

"Nanti saya pelajari kasus ini dan yang pasti tidak ada perbedaan dalam penetapan tersangka di mata hukum,jika ada pembuktian pidananya pasti akan dikenakan hukuman sesuai dengan pasal yang ditetapkan,"tegas mantan Kapolsek Inobonto ini.

Sebelumnya mantan Kasat Reskrim Iptu Denny Tampenawas SSos membenarkan bahwa SK sudah ditetapkan sebagai Tersangka dan sempat melarikan diri keluar kota tahuna dengan mangkir dari panggilan penyidik.

"Benar kami telah menetapkan SK sebagai tersangka ujaran kebencian dan yang bersangkutan telah dilakukan  pemanggilan dengan status tersangka namun yang bersangkutan tidak hadir dan kami pernah melakukan pengejaran sampai ke manado,"terang Tampenawas.

Menurutnya, tersangka akan dijerat dengan Undang - Undang ITE pasal 28 ayat (2) dengan ancaman hukuman pidana sebagaimana diatur dalam pasal 45 ayat (2) yaitu pidana penjara paling lama 6 (enam) Tahun dan denda sebanyak Rp 1.000.000.000 (satu milyar rupiah)."Untuk diketahui bersama bahwa SK dilaporkan oleh ZA karena telah melakukan ujaran kebencian beberapa waktu lalu dan kini saatnya tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,"tandas Kasat Narkoba Polres Minahasa Selatan saat ini. (js)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Jumat, 08 Februari 2019 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional