Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Ratusan Tenaga Pendamping PKH Digodok, Dimasa OD-SK Data BPS dan Susenas Angka Orang Miskin Turun Drastis

Manado, detiKawanua.com - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, adanya penurunan drastis akan angka kemiskinan di Provinsi Sulut selang 3 tahun kepemimpinan dari Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur, Steven Kandouw (OD-SK) sejak dilantik 2016 hingga 2019 tahun ini. Dimana perbandingan tersebut terlihat jelas yang pada tahun 2015 kemiskinan menyentuh angka 8,98 persen, kini (dimasa OD-SK) angka kemiskinan menurun tajam hingga di titik 7,59 persen. Dan pada September 2018 lalu dari survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Sulut merupakan yang terendah di wilayah Pulau Sulawesi.

Sekertaris Provinsi Sulut, Edwin Silangen saat membuka secara resmi Kegiatan Bimbingan Peningkatan Kapasitas SDM Pelaksana Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten dan Kota se-Sulut yang dilaksanakan di Minahasa Utara, Jumat (8/2), pun mengungkapkan keberhasilan dikepemimpinan OD-SK dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. 

"Kita berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga satu digit atau terendah se Pulau Sulawesi," kata Silangen.

Sebagaimana pula pada Bulan September 2018 lalu, dirincikan Silangen jumlah penduduk miskin di Sulut tinggal 189,05 ribu orang (7,59 persen) yang berkurang 4,26 ribu orang dari kondisi sebelumnya pada Bulan Maret 2018 sebesar 193,31 ribu orang (7,80 persen). Dan selama periode Maret hingga September 2018, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 1,77 ribu orang (dari 63,88 ribu orang turun menjadi 62,11 orang), sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 2,50 ribu orang (dari 129,43 ribu orang turun menjadi 126,93 ribu orang).

"Pada kegiatan penting ini diikuti ratusan tenaga pendamping PKH, untuk itu peranan dari tenaga pendamping PKH dalam menurunkan angka kemiskinan Sulut juga penting. SDM pelaksana PKH senantiasa harus saling bersinergi dan saling bahu-membahu dalam turut membangun dan memberdayakan masyarakat. Antara lain, dengan menggiring masyarakat untuk terus meningkatkan produktivitas dan kapasitas diri, serta mencintai dan melestarikan lingkungan. Oleh karenanya saya mengajak bagi seluruh peserta untuk mengikuti sebaik mungkin kegiatan ini, dimana kegiatan ini akan menjadi wahana peningkatan kualitas kerja, dengan memberikan fokus perhatian penuh terhadap setiap substansi materi yang disampaikan para narasumber," tutup Sekprov.

Sementara itu, melalui Kepala Dinas Sosial, Rinny Tamuntuan menerangkan bahwa tujuan dilaksanakannya bimbingan peningkatan kapasitas SDM pelaksana Program PKH dimaksud untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia PKH termasuk kordinator PKH dalam rangka meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugasnya," kata Rinny.

(IsJo/*)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 08 Februari 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional