Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Advertise with Anonymous Ads

Alih Fungsi Tanaman Holtikultura, Lahan Perkebunan Kopi Kian Berkurang

Ilustrasi Tanaman Kopi. 

Boltim, detiKawanua.com - Luas lahan perkebunan kopi di kabupaten Bolaang Mongondow Timur, setiap tahunnya terus berkurang. Pasalnya, pada 2016 silam, luas perkebunan kopi tercatat 2.365,82 Hektar (Ha), sedangkan 2017 turun menjadi 2347,25 Ha.

Seperti dikatakan Kepala Bidang Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian Boltim, Kusno Mamonto, bahwa kian berkurangnya lahan kopi sebab alih fungsi lahan oleh petani menjadi lahan pertanian holtikultura.

"2016 luas perkebunan kopi 2.365,82 Ha dan turun pada 2017 menjadi 2347,25 Ha. Setiap tahun berkurang, karena lahan kopi kini menjadi lahan pertanian holtikultura," jelas Kusno, Jumat (01/02/2019), saat dihubungi melalui via seluler (Hp).

Menurutnya, alih fungsi lahan kopi menjadi lahan pertanian holtikulturan terbesar di wilayah perkebunan Kecamatan Modayag. "Petani kini lebih memilih tanaman cabai, tomat dan sayur-sayuran lainya," ujarnya.

Berkurangnya lahan perkebunan kopi, kata Kusno, berimbas pada menurunya produksi kopi di Boltim. "Tahun 2016 lalu, sebanyak 581 ton dan 2017 turun menjadi 576 ton," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Soetiono mengatakan, untuk pengembangan perkebunan kopi, pihaknya melakukan sosialisasi maupun menerapkan program sambung pucuk.

"Kelebihan dari program sambung pucuk, meningkatkan produksi, kualitas buah, dan peningkatan pendapatan petani. Kami berusaha memberikan penjelasan terhadap petani, bahwa kopi merupakan icon Boltim," paparnya.

(Fidh)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Jumat, 01 Februari 2019 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional