Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Tidak Terima Politik di Kampus, Mahasiswa Unima "Tuntut" Oknum Caleg Nasdem DPR-RI Ini

Minahasa, detiKawanua.com - Mahasiswa Universitas Negeri Manado (Unima) pada Selasa, (29/01) tadi di halaman Kampus telah menggelar demo protes atas dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum Caleg Nasdem untuk DPR-RI, FER alias Felly Runtuwene yang diduga melakukan kampanye diruang lingkup pendidikan tinggi itu. Hal tersebut pun mendapat kecaman keras dan menuai emosi para mahasiswa yang akhirnya menggelar demo mengatasnamakan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Unima.

Para pendemo membawa aspirasinya melalui lebaran spanduk dan kertas poster bertuliskan berbagai kalimat protes terhadap tindakan yang dilakukan oknum Caleg FER, dan meminta pihak Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) RI dan Bawaslu Sulut untuk mengambil tindakan tegas dan mengusut tuntas atas pelanggaran dimaksud.

"Ini pelanggaran yang serius dan tak sesuai dengan UU No 12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi serta melanggar UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Pelanggaran ini harus diusut tuntas," tegas Joy, salah satu mahasiswa yang mengikuti demo.

Informasi media pada kesempatan itu juga para pendemo telah membagikan selebaran yang salah satunya terkait dengan penegasan dari Menristekdikti RI, Mohhamad Nasir yang menegaskan bahwa Perguruan Tinggi (PT) tidak diperbolehkan menjadi tempat untuk kampanye oknum Caleg maupun Capres/Cawapres. Tidak hanya itu, dalam selebaran itu pun dituliskan dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum FER, saat dirinya menjadi pemateri di Pembekalan ribuan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Auditorium Unima Senin kemarin diduga telah dilakukan pembagian pulpen dan jam yang ada logo partai Nasdem lengkap dengan nama dan nomor Caleg (Felly Estelita Runtuwene - 5), pada peserta dialog.

Pada selebaran KBM Unima pun mempertegas 4 poin khusus, yiatu:
1. Meminta klarifikasi dari pihak Rektorat  Unima/ atau panitia (Penyelenggara pembekalan KKN) atas peristiwa pelanggaran Pemilu, sebagal wujud pertanggungjawaban.

2. Mengusut tuntas pelanggaran kampanye Pemilu yang terjadl di Unima sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

3. Hentikan pemanfaatan terhadap mahasiswa dan fasilitas kampus yang bertujuan untuk politik praktis apalagi untuk kampanye partai politik atau Caleg.

4. Kembalikan netralitas dan independensi Kampus Unima yang telah dicemarkan oleh aktivitas politik.
Sebelumnya pihak Bawaslu Sulut menegaskan akan menyelidiki kebenaran dari pelanggaran Pemilu ini.

"Secara kasat mata sudah terlihat di foto yang beredar, Bawaslu akan mengundang yang bersangkutan (Felly Runtuwene) untuk dimintai klarifikasi," ujar Anggota Bawaslu Sulut, Kenly Poluan pada wartawan.

Sedangkan Partai Nasdem Sulut yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya penyebaran bahan kampanye tersebut, oleh Sekretaris DPW Nasdem Sulut, Victor Mallilangkay pun menyesalkan adanya kabar dimaksud, namun disertai hoaks terkait money politic.

"Kalau soal duit itu direkayasa," ujar Mailangkay.

Lanjutnya memastikan bahwa yang bersangkutan (FER) akan siap bersedia memberikan klarifikasi ke Bawaslu Sulut

"Ibu Felly mentaati kalau memang ada permintaan klarifikasi di Bawaslu, ibu Felly siap menjalani proses ini dengan itikad baik," ujar nya sembari menegaskan bahwasanya tidak ada niat dari FER untuk melanggar aturan, apalagi sampai money politic.

"Ibu Felly sudah dua kali terpilih sebagai Anggota DPRD tidak pernah money politic," tutup Mailangkay.

(IsJo/tim)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Selasa, 29 Januari 2019 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional