Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

DBD Jadi Momok Menakutkan, Dinkes Sulut Keluarkan Surat Waspada Dini Hingga Pencegahan

Manado, detiKawanua.com - Demam berdarah dengue (DBD) adalah merupakan penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Menurut breakdengue.org, ada empat serotipe virus dengue (DENV) yaitu DENV-1, -2, -3, dan -4. Infeksi dari virus tersebut menyebabkan berbagai gejala seperti demam, pusing, nyeri pada bola mata, otot, sendi, dan ruam. Pada intinya, pemberantasan DBD adalah peberantasan nyamuk dan jentik secara serentak dan rutin oleh seluruh masyarakat bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat dilingkungan masing-masing dengan membiasakan cara hidup sehat.

Kepala Dinkes Sulut, Debby Kalalo dalam konfrensi pers bersama wartawan di Aula Dinkes Sulut, Selasa (08/01) siang tadi, megungkapkan penanganan DBD harus cepat karena itu merupakan momok menakutkan.

"Jangan setelah ada kejadian baru melakukan bergerak melakukan pencegahan. Kalau hanya melakukan fogging itu tidak akan maksimal, karena bersifat sementara dan hanya membunuh nyamuk DBD tapi tidak untuk jentik-jentiknya. Selain itu jika kebanyakan fogging bisa berdampak pada keracunan melalui pengasapan," terang Kalalo.

"Maksimalkan program 3 M yakni, menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin, Menutup rapat tempat penampungan air, dan mengubur atau membakar, membuang sampah pada tempatnya terutama barang bekas yang bosa digenangi air hujan. Disamping itu, mengganti vas/pot bunga, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk serta menggunakan obat nyamuk," tambah Kalalo, sembari menambahkan pihak sudah membagikan liflek-liflek kepada Puskesmas dan rumah sakit agar bagaimana pencegahan yang maksimal.

"Selain itu kami membuka line informasi dan menerima laporan agar lebih cepat.Selanjutnya kami juga turun lapangan memberikan informasi sosialisasi bersama pemerintah kabupaten kota, karena Dinkes Sulut tidak bisa bekerja sendiri perlu keterlibatan bersama dengan masyarakat," ujarnya.

Diketabui Tim Dinkes Sulut sebelumnya sudah mengeluarkan surat peringatan kewaspadaan dini tentang DBD kepada Dinkes di 15 kabupaten kota pada tanggal 25 September 2018 kemudian menyusul surat ke Bupati Walikota tanggal 20 Desember 2018. Adanya 3 korban pada tahun 2019 ini diakibatkan keterlambatan dari masyarakat membawa ke rumah sakit.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Kabid Pencegahan Penyakit, Steven Dandel,
Kabid Kesehatan Masyarakat, Rima Lolong, Kabid Pelayanan Kesehatan, Lydia Tulus.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Selasa, 08 Januari 2019 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional