Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Status Siaga Gunung Soputan, Gubernur Olly Himbau Masyarakat Waspada dan Jangan Percaya Isu Hoax

Mitra, detiKawanua.com - Gunung Soputan yang ada di Minahasa Tenggara (Mitra) pada Minggu (16/12) sekitar pukul 01.02 Wita melalui data Pos Pemantauan Gunung Soputan di Desa Silian, erupsi pertama terjadi pada pukul 01:02 Wita, dengan amplitudo 40 milimeter disertai suara gemuruh. Pada pukul 05.40 Wita, Gunung Soputan kembali terjadi erupsi. Tinggi kolom abu teramati 7.000 meter dari puncak gunung. Saat ini Gunung Soputan berada pada level siaga 3.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, melalui Gubernur Olly Dondokambey menginstruksikan kepada jajaran pemerintah daerah yang ada di kawasan seputaran Gunung Soputan untuk tetap waspada dan siaga jika sewaktu-waktu terjadi bencana akibat erupsi.

"Semua stakeholders terkait hingga masyarakat setempat diminta tetap waspada dan sigap jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Begitupun semua stakeholders saat ini harus terus berkoordinasi dan  mempersiapkan semua keperluan terkait penanggulangan bencana, mendata semua relawan bencana, Satkorlak penanggulangan bencana. Memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang SOP evakuasi jika terjadi bencana," himbau gubernur.

Tidak hanya itu kepada masyarakat, gubernur meminta agar tidak gampang mempercayai informasi yang beredar di media sosial, baik dalam bentuk foto maupun video terkait suasana daerah Sulut pasca erupsi Gunung Soputan.

"Semua informasi harus di cek kebenarannya dari pihak yang kredibel agar tidak tercipta informasi yang tidak benar, meresahkan hingga berdampak pada gangguan keamanan daerah. Masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar gunung tersebut dengan radius 4,5-6 kilometer dari puncak dan dalam wilayah sektor arah barat daya sejauh 6,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas," ujarnya sembari menambahkan agar diminta mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng Gunung Soputan.

"Sungai-sungai tersebut misalnya Sungai Ranowangko, Sungai Lawian, Sungai Popang, dan Sungai Londala Kalewahu. Saya himbau untuk masyarakat menyiapkan masker guna mengantisipasi hujan abu di daerah-daerah yang terdampak," tandas Olly.

Sementara itu melalui Kepala Pos Pemantau Gunung Api Soputan, Asep Saifullah, mengungkapkan bahwa terpantau Gunung Soputan sudah mulai menunjukkan aktivitasnya sejak Sabtu (15/12) kemarin.

"Sejak sore hari telah terjadi peningkatan yang signifikan sampai dengan terjadinya letusan tanggal 16 Desember 2018 pukul 01.02 Wita, namun kami di sini tidak dapat teramati terkendala dengan visual karena tertutup kabut dan sedikit mendung," terangnya.

Meski terkendala kabut dan sedikit mendung, namun dari pos pengamatan gunung api Soputan dengan jarak radius 10 kilometer dari puncak terdengar suara gemuruh sedang, lemah hingga kuat," tambah Asep.

(IsJo/tim)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Minggu, 16 Desember 2018 , , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional