Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Pemprov Sulut "Jamin" Harga Kopra Sulut Bakal Naik Dengan Upaya SRG

Manado, detiKawanua.com - Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw saat memimpin rapat di ruang kerjanya, Senin (03/11) membahas permasalahan harga komoditas kopra dan sekaligus rapat follow up hasil penelusuran Wagub Kandouw di Rotterdam-Belanda (waktu lalu), membeberkan dari market intelegen di Rotterdam sebagai salah satu negara pengelola minyak kelapa di dunia itu juga mengalami hal serupa anjloknya harga komoditas kelapa.

"Harga kopra turun di dunia, dan ini fakta. Logikanya, jika hilir turun berarti hulu juga sama turun," kata Wagub dihadapan Staf Ahli Gubernur, Farly Kotambunan, Asisten II Rudy Mokoginta, Kepala Biro Ekonomi Frangky Manumpil, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sulut, Steven Liow, Kepala Dinas Perkebunan Sulut Refly Ngantung serta Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Hanny Wajong, pada Senin (03/12).

Dirinya juga mewakili Gubernur (Olly Dondokambey) mengatakan upaya mengantisipasi permasaalahan harga kopra itu juga telah menyiapkan dua hal yakni, dibagi atas jangka panjang dan pendek. beberapa upaya/solusi itu dibagi atas jangka pendek dan panjang.

"Kita akan memperpendek mata rantai pendistribusian kopra. Siapkan pengolahan industri minyak kelapa asli yang juga mendapatkan bantuan mesin untuk industri kecil," ungkapnya.

Tidak hanya disitu, Kandouw juga mengatakan bahwa pemprov akan menyiapkan 'sistem resi gudang' (penerbitan  dan penjaminan) untuk kopra yang berfungsi bagi petani kopra sebagai tempat peminjaman uang dengan jaminan resi itu sendiri.

"Saya yakin dengan resi gudang pasti harganya (kopra) akan naik," ucapnya, sembari meminta pembuatan resi gudang tersebut segera direalisasikan dengan Standar Nasionaln Indonesia (SNI) dan telah disetujui Kementerian Perdagangan RI.

Adapun untuk upaya jangka pendek, menurut Wagub, Pemprov Sulut pada Selasa besok (04/12), mengundang pihak perusahaan-perusahaan yang terkait dengan kopra.

"Panggil mereka besok kita rapat. Yang hadir hari ini harus juga hadir," tegas mantan Ketua DPRD Sulut itu.

(IsJo/*)Wagub "Jamin" Harga Kopra Sulut Bakal Naik Dengan Upaya Resi Gudang

Manado, detiKawanua.com - Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw saat memimpin rapat di ruang kerjanya, Senin (03/11) membahas permasalahan harga komoditas kopra dan sekaligus rapat follow up hasil penelusuran Wagub Kandouw di Rotterdam-Belanda (waktu lalu), membeberkan dari market intelegen di Rotterdam sebagai salah satu negara pengelola minyak kelapa di dunia itu juga mengalami hal serupa anjloknya harga komoditas kelapa.

"Harga kopra turun di dunia, dan ini fakta. Logikanya, jika hilir turun berarti hulu juga sama turun," kata Wagub dihadapan Staf Ahli Gubernur, Farly Kotambunan, Asisten II Rudy Mokoginta, Kepala Biro Ekonomi Frangky Manumpil, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sulut, Steven Liow, Kepala Dinas Perkebunan Sulut Refly Ngantung serta Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Hanny Wajong, pada Senin (03/12).

Dirinya juga mewakili Gubernur (Olly Dondokambey) mengatakan upaya mengantisipasi permasaalahan harga kopra itu juga telah menyiapkan dua hal yakni, dibagi atas jangka panjang dan pendek. beberapa upaya/solusi itu dibagi atas jangka pendek dan panjang.

"Kita akan memperpendek mata rantai pendistribusian kopra. Siapkan pengolahan industri minyak kelapa asli yang juga mendapatkan bantuan mesin untuk industri kecil," ungkapnya.

Tidak hanya disitu, Kandouw juga mengatakan bahwa pemprov akan menyiapkan 'sistem resi gudang' (penerbitan  dan penjaminan) untuk kopra yang berfungsi bagi petani kopra sebagai tempat peminjaman uang dengan jaminan resi itu sendiri.

"Saya yakin dengan resi gudang pasti harganya (kopra) akan naik," ucapnya, sembari meminta pembuatan resi gudang tersebut segera direalisasikan dengan Standar Nasionaln Indonesia (SNI) dan telah disetujui Kementerian Perdagangan RI.

Adapun untuk upaya jangka pendek, menurut Wagub, Pemprov Sulut pada Selasa besok (04/12), mengundang pihak perusahaan-perusahaan yang terkait dengan kopra.

"Panggil mereka besok kita rapat. Yang hadir hari ini harus juga hadir," tegas mantan Ketua DPRD Sulut itu.

(IsJo/*)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 03 Desember 2018 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional