Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
PratinjauPratinjau

Mayjen Aritonang Serahkan Simbol Sekaligus Lepas Peleton Yuddha Wastu Pramuka Jaya

Manado, detiKawanua.com - Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang pimpin Upacara Penyerahan Simbol dan Pelepasan Peleton Yuddha Wastu Pramuka Jaya yang bertempat di Lapangan Makodam XIII/Mdk, Minggu (16/12).

Dalam Rangka memperingati hari Infanteri ke-70 tahun 2018 telah dilaksanakan Upacara penyerahan Simbol dan pelepasan Peleton Yuddha Wastu Pramuka Jaya pertama dengan tema "PELETON BERANTING YUDDHA WASTU PRAMUKA MEWUJUDKAN SEMANGAT JUANG DAN SOLIDARITAS PRAJURIT BERSAMA RAKYAT" bertindak sebagai Irup Pangdam XIII/Merdeka, selaku Komandan Upacara Danyonif Raider 712 yang di ikuti sekitar 540 orang personil TNI-Polri.

Hadir  dalam kesempatan ini Kasdam XIII/Mdk; Danrem 131/Santiago; Irdam XIII/Merdeka; Kapok Sahli Pangdam XIII/Merdeka;
Danrindam, para Asisten, Dan/Ka Balak Dam XIII/Merdeka serta LO AL dan LO AU;Kasatbrimobda Sulut;Danlanud Sri;Perwakilan Lantamal VIII/Manado;
Para Komandan Satuan jajaran.    Dalam Amanat Pangdam XIII/Merdeka Mengatakan, bahwa Yuddha Wastu Pramuka merupakan simbol dari pasukan Infanteri TNI Angkatan Darat.
Sedangkan Gerak Jalan Peleton Beranting yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun dalam rangka menyambut Hari Infanteri TNI AD bertujuan untuk memelihara dan menumbuhkan kesadaran serta kebanggaan  terhadap  Korps  Infanteri  yang memiliki kemampuan mobilitas jalan kaki sebagai identitas serta ciri khas  prajurit Infanteri "cirikhas prajurit Infanteri adalah jalan kaki, maka setiap tahun selalu diperingati peleton beranting dengan membawa simbul bendera Yudha wastu pramuka jaya dengan berjalan kaki," jelas Pangdam.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, sebagai generasi penerus yang tidak merasakan secara langsung pahit dan getirnya perjuangan seperti yang dialami oleh para pendahulu bangsa, maka kegiatan gerak jalan ini adalah momen yang sangat baik bagi para Prajurit TNI AD untuk lebih menghayati perjuangan para pahlawan tersebut, antara lain dengan melestarikan tradisi berjalan kaki bagi Prajurit Infanteri.

"Tumbuhkan rasa kebersamaan di antara para peserta dengan membuang jauh sikap egoisme dan fanatisme sempit yang berlebihan terhadap korps; jaga etika, sopan santun dan tata krama yang berlaku di kehidupan masyarakat setempat yang dilalui; serta jalin kemanunggalan dengan rakyat, baik di sepanjang rute Gerak Jalan maupun di daerah pergantian pasukan" Harap Pangdam.

Adapaun Ulusai pelaksanaan upacara dilanjutkan dengan pelepasan peleton di etape pertama oleh Pangdam XIII/Mdk bersama Forkopimda dan Pejabat Utama Kodam XIII/Mdk di titik Star.

(IsJo/Bag.Pendam XIII Mdk)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 16 Desember 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional