Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Herson Mayulu: Indonesia Sudah Teruji, Tidak Akan Punah Tahun 2019

Herson Mayulu memberikan sambutan pada Pelantikan Pengurus GEMA Bolmut yang dipusatkan di Bintauna. 

Bolmut, detiKawanua.com - Indonesia adalah bangsa yang besar. Bangsa yang sudah teruji dari berbagai pergolakan-pergolakan. Jadi tidak akan bubar apalagi punah di tahun 2019.

Statemen tersebut disampaikan Haji Herson Mayulu (H2M) saat melantik Pengurus Gerakan Ma'ruf Amin (GEMA) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) di Desa Kuhanga, Kecamatan Bintauna pada Rabu (19/12/2018) lalu.

Menurut H2M, pernyataan 'Indonesia akan punah pada tahun 2019', adalah mimpi di siang bolong. Berita hoax yang berpotensi mengganggu hubungan sesama manusia. Itu merupakan salah satu 'isu negatif' yang disebarkan kelompok yang tidak suka Indonesia dipimpin calon pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin di 2019 mendatang. 

"Begitu hebat bangsa ini, masak mau bubar di tahun 2030, masak mau punah di 2019?" ujar H2M selaku Ketua GEMA Sulawesi Utara (Sulut).

Lebih lanjut, Caleg DPR-RI Dapil Sulut dari PDIP ini mengatakan, founding fathers bangsa ini telah sepakat bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang berdasarkan Pancasila, di mana semua agama diberi kebebasan untuk memeluk dan menjalankan syariatnya masing-masing, bukan menerapkan syariat Islam sebagai agama terbesar di negeri ini. 

"Dan kehidupan beragama seperti itu hanya ada di Indonesia. Dengan Pancasila yang meyatukan semua umat beragama tersebut, Indonesia sebagai bangsa yang besar tidak akan punah di tahun 2019," papar Mayulu, yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulut ini. 

Karena itu, Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dua periode ini menyampaikan, cari pemimpin yang mampu jadi imam bagi kita semua. Imam bagi semua umat beragama di Indonesia. Pemimpi darIslam sebagpemimpin di di negeri ini, harus yang menampilkan Islam yang ramah, Islam sopan, dan Islam yang santun. Bukan Islam pemarah, Islam penghujat, apalagi Islam pemfitnah.

"Pasangan nasiolis religius tersebut ada dalam diri pasangan Jokowi-Ma'ruf. Sosok Bapak Ir Joko Widodo adalah seorang muslim yang nasionalis. Sedangkan Kyai Ma'ruf adalah sosok Islam yang rahmatan lil 'alamin. Ulama yang bijaksana. Ulama yang betul-betul ulama. Dan ini yang didambakan oleh kita semua untuk memimpin bangsa ini lima tahun ke depan," terang Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Sulut ini. 

"Jadi memenangkan KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden mendampingi Jokowi, adalah tugas  utama semua relawan GEMA di Sulawesi Utara, yang akan bahu membahu dengan 9 parpol koalisi yang sudah sepakat mendukung pasangan Jokowi-Amin di Pilpres 17 April 2019 nanti.

Untuk diketahui, GEMA Bolmut yang diketuai Reksosiswoyo Binolombanga, adalah kabupaten ke-7 yang dilantik pengurusnya. Sebelumnya, GEMA Sulut telah melantik GEMA Minahasa, GEMA Bitung, GEMA Bolmong, GEMA Bolsel, GEMA Minut, dan GEMA Manado.

Turut hadir dalam pelantikan ini Wakil Bupati Bolmut Amin Lasena selaku Pembina GEMA Bolmut, Anggota DPRD Bolmut di antaranya Mahmud Tegila dari PPP, Ramses Sondakh dari PKB dan Robi Lombogia dari PDIP, Camat Bintauna Nurdin Sunge, Sekretaris GEMA Sulut Ridwan Hidayat, Ketua GEMA Minahasa Sjerly Maria Lumi, Ketua GEMA Bolmong Yusuf Mooduto, Pengurus GEMA Sulut yakni: Gretty Karuyan, Muksin Pasambuna, Andi Roen Bongkang, dan Arifin Wahid, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Sangkub dan Bintauna, Pengurus GEMA Bolmut, serta simpatisan pasangan calon Jokowi-Amin.

(Indra)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Kamis, 20 Desember 2018 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional