Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Dinas P3A Boltim Siap Bantu Masyarakat Dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

Kepala Dinas P3A, Richlany Mamonto

Boltim, detiKawanua.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), siap membantu masyarakat dalam memenuhi hak-haknya dalam perlindungan perempuan dan anak.

Kepala Dinas P3A Richlany Mamonto mengatakan, jika ada yang melihat, mendengar atau mengalami kekerasan terhadap Perempuan dan Anak bisa langsung menghubungi DP3A "ketika ada yang mengalami kekerasan terhadap perempuan, dan anak bisa menghubungi DP3A, atau bisa langsung menghubungi call center kami di nomor 082271543497" jelasnya

P2TPA, katanya, sudah bekerjasama dalam menangani kasus bersama pihak kepolisian yang ada di Boltim "kepolisian sangat responsive. Demikian juga pihak Kejaksaan Negeri Kotamobagu sehinggah, segala bentuk kekerasan yang terjadi segera tertangani dengan baik sampai tuntas proses hukumnya" terangnya

Dijelaskannya, P2TP2A giat mendampingi korban kekerasan fisik maupun psikis secara total di wilayah Boltim "tim kerja P2TP2A bekerjasama secara maksimal dalam pendapingan kasus yang ada melalui, divisi pelayanan seperti devisi hukum, medis dan sosial" jelasnya

Ditinjau dari angka kasus yang ada, kata Richlany, dari bulan Januari sampai Desember 2018 ini peningkatan kasus dinilai signifikan. Namun, dengan adanya kesadaran serta kepedulian dari korban ataupun masyarakat yang melapor jika ada kekerasan fisik maupun psikis "Tahun 2018 kasus yang telah di tangani sebanyak 25 kasus diantaranya, kasus anak dan perempuan baik fisik maupun psikis berjumlah 22 kasus, KDRT 2 kasus, kasus orang desawa 1 (kasus percobaan pemerkosaan), dalam hal ini anak sebagai korban dan anak sebagai palaku atau anak berhadapan dengan hukum (ABH). Dan semua kasus yang terlapor, kami lakukan pendampingan dari proses penyidikan sampai ada penetapan hukum, melalui P2TP2A Kabupaten Boltim. Dan saya sangat berharap pada tahun 2019 nanti KDRT maupun kekerasan terhadap anak di Boltim ini sudah tidak ada lagi" harapnya.

(Fidh)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Selasa, 11 Desember 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional