Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Besok, NU Sulut Gelar Rakorwil

DR Muksin Pasambuna, Ketua Panitia Rakorwil NU Sulut. /ist

Manado, detiKawanua.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Utara (PWNU Sulut) pada Sabtu (22/12/2018) besok, akan menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Hotel Aryaduta Manado. 

Ketua Panitia Rakorwil NU Sulut, DR Muksin Pasambuna mengatakan, rakorwil akan membahas beberapa agenda penting PWNU Sulut, termasuk di dalamnya melakukan konsolidasi internal.

"Selain melakukan konsolidasi internal, ada beberapa agenda penting yang akan dibahas oleh PWNU Sulut dan PCNU se-Sulut di rakorwil kali ini. Tetapi yang pasti, rakorwil adalah salah satu program rutin NU Sulut yang telah diatur dalam AD/ART NU sebagai ormas Islam terbesar di Nusantara," terang alumni IPB Bogor ini, saat ditemui di sela-sela persiapan rakorwil di Hotel Aryaduta Manado, Jumat (21/12/2018) malam.

"Pelaksanaan rakorwil mengacu pada AD NU Bab IX Pasal 23, ART Bab XXI, Hasil Mukatamar NU ke-33 Tahun 2015 di Jombang, dan Rapat PWNU pada awal Desember 2018," tambahnya. 

Sekretaris PWNU Sulut, Hi Masri Soleman mengatakan, salah satu tujuan rakorwil yang akan diikuti 13 PCNU se-Sulut ini, adalah menemukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan semangat kebersamaan NU se-Sulut.

"Tujuan lainnya, merumuskan usulan-usulan yang dapat direkomendasikan kepada pengurus sebagai modal penyusunan kebijakan yang berhubungan dengan struktur, program, dan komitmen NU se-Sulut," terang Haji Masri di Aryaduta. 

Sementara menurut salah satu Tokoh NU Sulut, Hi Ulyas Taha, dalam Rakorwil ini diharapkan output-nya yaitu: Pertama, NU khususnya di Sulut, tetap tegak di atas Khittah 1926. Kedua, tidak terlibat politik praktis, politik kepartaian, dan perebutan kekuasaan. 

"Ketiga, warga NU bebas menentukan pilihan dengan tetap mengedepankan 9 pedoman politik warga NU, seperti yang ditetapkan dalam Mukatamar ke-28 di Krapyak Yogyakarta pada tahun 1989," pungkasnya. 

Dari pantauan media, beberapa Tokoh NU Sulut turut hadir dalam peninjauan lokasi pelaksanaan rakorwil, antara lain: Hi Midun Loho, Ridwan Hidayat, Agus Abdullah, Wahyudi Karaeng, dan Faisal Reza Maksum, serta Irvan Eyato. 

(Indra)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Jumat, 21 Desember 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional