Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Angka 110.000 Wisatawan Masuk Sulut, Menpar Yahya Akui Ini Satu-Satunya Provinsi Di Indonesia

Manado, detiKawanua.com - Menjadikan Provinsi Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah provinsi percontohan sektor pariwisata dan berhasil, merupakan fokus dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata. Sebagaimana diungkapkan Menpar RI, Arif Yahya pada agenda The Inauguration Of Markplus Center For Tourism And Hospitality Manado Office. Dengan tema "North Sulawesi Now: China Tourism and Beyond" yang dilaksakan di Rumah Alam Ringroad Manado, Selasa (11/12) siang tadi.

"Sulawesi Utara itu dari angka 40.000 naik 79.000 seperti yang saya selalu katakan bahwa naik 100 persen, karena tidak ada satu daerah di Indonesia yang bisa naik seperti Sulut. Dan tahun ini targetnya 100.000 wisatawan dari data sampai Oktober sudah tembus 110.000 (dibulatkan angkanya) ini pertama kali Sulut yang tembus dan biasanya kalau sudah begitu tidak bisa dibendung lagi," terang Yahya.

Lanjutnya juga bahwa dirinya berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dengan ditetapkannya pariwisata sebagai sektor unggulan, begitupun dengan adanya penerbangan langsung Kinabalu-Manado.

"Ini (penerbangan) sangat menarik yang sering saya sebut profsimity karena atrack dari orang dari Ghuang, Kibabalu dan Philipina. Wisman akan masuk dalam Sulut jadi saya tidak terlalu khawatirkan untuk melakukan "atraksi" karena selalu level dunia, seperti Taman Nasional Bunaken, Siladen, dan pada tahun 2018 ini terpilih di dunia hanya adanya di Sulut, nomor 1 Siladen, nomor 2 Bunaken, dan nomor 3 Pulau Lembeh. Jadi atraksi bisa dijual kelas dunia," beber Menpar.

Adapun selain itu Yahya juga mengungkapkan sejumlah keunggulan lainnya termasuk KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Pariwisata Likupang (Minahasa Utara) yang akan disuport bantu penuh oleh tim Kementerian Pariwisata.

"Ini dalam pengalaman pembangunan selama 3 bulan dari sekarang, asal tidak tidur. Saya harapkan Sulut sudah memiliki KEK Pariwisata, saya dukung penuh, karena teknisnya ada di Menteri Pariwisata, mendapatkan KEK tidak mudah tapi setelah dapat maka, pemerintah pusat akan memberikan sesuatu yang tidak pernah diberikan seperti yang pertama itu, infrastruktur dan utilitas dasar (mulai cari jalan air, internet, listrik dan lain-lain) itu akan diberikan. Kedua, Fiskal kemudahan-kemudahan pajak akan diberikan juga, serta ketiga, One Stop Service dalam KEK itu akan diberikan sepenuhnya," ujarnya.

Sementara itu dalam pemaparan pendiri Markplus Center Hospitality, Hermawan Kertajaya pun mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mendukung penuh sektor pariwisata yang sekarang sedang digenjot Pemerintah Provinsi Sulut yang digagas Gubernur Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur, Steven Kandouw (OD-SK).

"Kami siap membantu juga karena sejak lama kami bergerak dalam memajukan sektor pariwisata di Sulut. Kami (Markplus) sudah 28 tahun berdiri dan salah satunya di Bali ada. Dengan berbagai pengamatan dan pengembangan nanti diberikan, jika pemerintah menerima kami siap bersama-sama membangun dunia pariwisata Sulawesi Utara," terang Hermawan dihadapan Menpar RI dan para undangan yang hadir.

Hadir pada kesempatan itu, pihak BSGo, Kadispar Sulut, Ketua DPRD Provinsi Sulut, unsur perwakilan TNI/Polri, beserta insan terkait dengan pariwisata di Sulut.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Infodetikawanua | Selasa, 11 Desember 2018 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional